Jokbangka – #Kondisi #pendidikan #tenagakerja di #Provinsi #Kepulauan #BangkaBelitung (#Babel) menjadi salah satu #gambaran penting mengenai #karakteristik #pasar kerja daerah. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar penduduk yang bekerja di Babel pada Mei 2026 masih memiliki tingkat pendidikan SD ke bawah.

Baca: Yamaha XSR Tabrak Honda Scoopy di Kelapa Bangka Barat, Satu Pengendara Luka Berat
Dari total 783,01 ribu penduduk yang bekerja di Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2026, sebanyak 36,44 persen merupakan penduduk dengan pendidikan SD ke bawah. Kelompok tersebut mencakup mereka yang tidak atau belum pernah sekolah, belum tamat SD, hingga tamatan SD.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dasar masih mendominasi komposisi tenaga kerja di Babel. Di sisi lain, proporsi pekerja dengan pendidikan tinggi justru mengalami penurunan dibandingkan periode Februari 2026.
Pekerja Berpendidikan SD Masih Mendominasi
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, menjelaskan bahwa tingkat pendidikan dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
Berdasarkan Sakernas Mei 2026, penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah mencapai 36,44 persen, menjadi kelompok pendidikan dengan proporsi terbesar. Angka ini meningkat dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 35,62 persen. Pada November 2025, proporsinya tercatat 34,32 persen.
Sementara itu, pekerja lulusan SMA berada di posisi berikutnya. Persentasenya menunjukkan tren menurun, dari 21,73 persen pada November 2025, menjadi 20,20 persen pada Februari 2026, kemudian kembali turun menjadi 19,75 persen pada Mei 2026.
Untuk pekerja lulusan SMP, persentasenya justru relatif meningkat. Pada November 2025 tercatat sebesar 12,60 persen, naik menjadi 13,65 persen pada Februari 2026, dan kembali naik tipis menjadi 13,66 persen pada Mei 2026.
Lulusan SMK Mengalami Fluktuasi
Perubahan juga terlihat pada pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Pada November 2025, pekerja lulusan SMK mencapai 16,15 persen. Angka tersebut kemudian turun cukup signifikan menjadi 13,34 persen pada Februari 2026, sebelum sedikit meningkat menjadi 13,82 persen pada Mei 2026.
Data tersebut memperlihatkan bahwa komposisi pekerja berdasarkan pendidikan mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Namun, lulusan pendidikan dasar masih menjadi kelompok terbesar dalam struktur tenaga kerja di Babel.
Pekerja Lulusan Perguruan Tinggi Turun
Hal yang cukup menjadi perhatian adalah perubahan pada kelompok pekerja berpendidikan tinggi.
Penduduk bekerja yang memiliki pendidikan Diploma I/II/III hingga Diploma IV, S1, S2, dan S3 pada Mei 2026 tercatat sebesar 15,75 persen. Namun, kelompok Diploma IV hingga S3 sendiri mengalami penurunan dibandingkan Februari 2026.
BPS mencatat persentase pekerja berpendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 turun 1,14 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Pada Februari 2026, kelompok tersebut sempat menempati urutan ketiga terbesar dalam distribusi pendidikan penduduk bekerja, tetapi pada Mei 2026 turun ke urutan kelima.
Untuk pekerja lulusan universitas, persentasenya tercatat 11,68 persen pada November 2025, kemudian meningkat menjadi 13,57 persen pada Februari 2026, sebelum turun menjadi 12,43 persen pada Mei 2026.
Menurut BPS, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan untuk memperbaiki kesempatan kerja bagi penduduk yang memiliki pendidikan tinggi.
Jumlah Penduduk Bekerja di Babel Capai 783,01 Ribu Orang
Selain melihat latar belakang pendidikan, data Sakernas Mei 2026 juga menunjukkan perkembangan jumlah tenaga kerja di Babel.
Jumlah angkatan kerja di Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2026 mencapai 817,40 ribu orang, meningkat sekitar 1,45 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja tercatat 783,01 ribu orang, atau meningkat sekitar 0,89 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Data ini memberikan gambaran bahwa aktivitas pasar kerja di Babel tetap bergerak, meskipun komposisi pekerjanya mengalami perubahan berdasarkan pendidikan maupun status pekerjaan.
Pekerja Informal Masih Lebih Banyak
Bila dilihat berdasarkan status pekerjaan, sektor informal masih memiliki porsi sedikit lebih besar dibandingkan sektor formal.
Pada Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja dalam kegiatan informal mencapai 393,96 ribu orang atau 50,31 persen. Sementara itu, pekerja pada kegiatan formal sebanyak 389,05 ribu orang atau 49,69 persen.
Dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja informal meningkat 0,27 poin persentase, sedangkan pekerja formal mengalami penurunan dengan besaran yang sama.
Dalam kategori formal, BPS memasukkan pekerja yang berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar serta buruh, karyawan, atau pegawai.
Adapun kegiatan informal mencakup mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga, pekerja bebas, serta pekerja keluarga yang tidak dibayar.
Buruh, Karyawan, dan Pegawai Mendominasi Status Pekerjaan
Berdasarkan status pekerjaan, kelompok buruh, karyawan, dan pegawai menjadi yang paling banyak di Babel dengan persentase 43,63 persen.
Sementara itu, status pekerjaan dengan proporsi paling kecil adalah pekerja bebas di pertanian, yakni sebesar 4,22 persen.
BPS mencatat perubahan terbesar dibandingkan Februari 2026 terjadi pada kelompok pekerja bebas di nonpertanian yang meningkat 1,05 poin persentase.
Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada kelompok pekerja keluarga, yang turun sebesar 0,80 poin persentase.
Tantangan Pendidikan dan Pasar Kerja Babel
Data tersebut menunjukkan adanya tantangan yang perlu diperhatikan dalam pembangunan ketenagakerjaan di Kepulauan Bangka Belitung.
Dominasi pekerja dengan pendidikan SD ke bawah menunjukkan masih besarnya tenaga kerja yang masuk ke pasar kerja dengan tingkat pendidikan relatif rendah. Pada saat yang sama, penurunan proporsi pekerja berpendidikan tinggi pada Mei 2026 menjadi perhatian tersendiri karena berkaitan dengan kemampuan daerah dalam menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, pengembangan keterampilan, serta perluasan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Dengan jumlah penduduk bekerja yang mencapai lebih dari 783 ribu orang, perubahan struktur pendidikan dan status pekerjaan di Babel menjadi indikator penting untuk melihat arah perkembangan pasar tenaga kerja daerah ke depan.
Kesimpulan
Potret ketenagakerjaan Bangka Belitung pada Mei 2026 memperlihatkan bahwa pekerja berpendidikan SD ke bawah masih mendominasi dengan 36,44 persen. Sementara itu, pekerja berpendidikan tinggi tercatat 15,75 persen dan kelompok Diploma IV hingga S3 mengalami penurunan 1,14 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
Baca: Polisi Selidiki Dugaan Pencabulan Anak 4 Tahun di Bangka Barat, Sejumlah Saksi Diperiksa
Dari sisi status pekerjaan, buruh, karyawan, dan pegawai menjadi kelompok terbesar dengan 43,63 persen. Di saat yang sama, pekerja informal masih sedikit lebih banyak dibandingkan pekerja formal, masing-masing 50,31 persen dan 49,69 persen.
Data Sakernas ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan tingkat pendidikan masih menjadi pekerjaan penting bagi pembangunan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung.
















