Jokbangka – #Perkembangan #teknologi #digital kini mulai #merambah semakin luas ke #sektor #UsahaMikro dan #pedagangKakiLima. Di Kota #Pangkalpinang, para #pedagang kaki lima mendapatkan inovasi baru berupa #aplikasi #SmartKuliner Pangkalpinang yang dirancang untuk membantu memperkuat manajemen usaha, promosi, hingga pemasaran produk secara digital.

Baca: Justiar Noer Dituntut 8 Tahun Penjara dalam Kasus Tipikor Lahan Tambak Udang PT SAS dan PT LAM
Aplikasi tersebut merupakan hasil program pengabdian masyarakat dari Universitas Bangka Belitung (UBB) yang secara khusus menyasar para anggota Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Pangkalpinang. Penyerahan aplikasi dilakukan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Taman Dealova Pangkalpinang.
Kehadiran aplikasi ini menjadi langkah baru bagi pedagang kaki lima yang selama ini identik dengan aktivitas perdagangan secara langsung di gerobak maupun lapak. Melalui digitalisasi, para pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan memperkenalkan produk mereka kepada konsumen dengan cara yang lebih modern.
Smart Kuliner Pangkalpinang Diserahkan Kepada APKLI
Penyerahan Smart Kuliner Pangkalpinang menjadi puncak program pengabdian masyarakat bertajuk “Implementasi SmartKuliner Babel Berbasis Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital pada Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Pangkalpinang.”
Program tersebut dijalankan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Sekitar 50 anggota APKLI Pangkalpinang hadir dalam kegiatan diseminasi hasil pengabdian sekaligus menyaksikan proses serah terima aset dari pihak kampus kepada asosiasi pedagang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., Ketua APKLI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mangimpal Lumbantoruan, S.S., serta Ketua APKLI Pangkalpinang Februli.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan organisasi pedagang menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM dan pedagang kaki lima menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di daerah.
Dikembangkan Oleh Tim Pengabdian UBB
Smart Kuliner Pangkalpinang dikembangkan oleh tim pengabdian UBB yang diketuai Dr. Christianingrum, S.Pd., M.M. bersama anggota tim Dr. Nizwan Zukhri, S.E., M.M. dan Adi Widianto, S.Kom., M.T.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua aset yang diserahkan kepada Ketua APKLI Pangkalpinang Februli. Pertama, aplikasi Smart Kuliner Pangkalpinang yang dikembangkan oleh tim pengabdi. Kedua, satu unit komputer atau PC yang disiapkan untuk mendukung operasional aplikasi di sekretariat asosiasi.
Kedua aset tersebut berstatus sebagai Barang Milik Negara dan bersumber dari pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Bukan Sekadar Aplikasi Jual-Beli
Ketua tim pengabdian UBB, Christianingrum, menegaskan bahwa kehadiran Smart Kuliner Pangkalpinang tidak semata-mata ditujukan sebagai alat bantu jual-beli secara digital.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Para pelaku usaha juga perlu memiliki kemauan untuk belajar, membangun kolaborasi, serta terus melakukan inovasi.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi media yang memperkuat promosi dan pemasaran pedagang kaki lima. Dengan demikian, para pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan konsumen yang datang langsung ke lokasi berjualan, tetapi juga memiliki peluang memperkenalkan produknya melalui kanal digital.
Baca: Jadwal Pawai HUT ke-81 RI di Bangka 19-20 Agustus 2026, Lengkap dengan Rute Karnaval Sungailiat
Dorong Pedagang Kaki Lima Naik Kelas
Digitalisasi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha kecil. Bagi pedagang kaki lima, penggunaan teknologi dapat membuka akses terhadap konsumen yang lebih luas sekaligus membantu membangun identitas usaha.
Kehadiran Smart Kuliner Pangkalpinang diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk kuliner lokal secara lebih terorganisasi. Pedagang juga memiliki peluang untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tidak hanya mengandalkan lokasi fisik.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem UMKM di Pangkalpinang. Pemerintah Kota Pangkalpinang sendiri memiliki berbagai sistem dan program yang berkaitan dengan perdagangan serta UMKM, termasuk sistem informasi perdagangan yang memuat data pelaku usaha, pasar rakyat, komoditas, dan potensi perdagangan daerah.
Digitalisasi Jadi Peluang Baru Bagi UMKM
Perubahan pola konsumsi masyarakat membuat kemampuan menggunakan teknologi semakin penting bagi pelaku UMKM. Konsumen kini semakin terbiasa mencari informasi produk melalui perangkat digital sebelum memutuskan membeli.
Karena itu, keberadaan aplikasi yang secara khusus dirancang untuk membantu pedagang kaki lima dapat menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap perubahan tersebut.
Pedagang yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal berpeluang memperluas pasar, meningkatkan pengenalan merek, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.
Namun, keberhasilan digitalisasi tetap membutuhkan pendampingan dan konsistensi dari para pelaku usaha. Teknologi hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila digunakan secara aktif dan diikuti peningkatan kemampuan pengelolaan usaha.
Harapan Untuk Ekonomi Daerah
Program Smart Kuliner Pangkalpinang diharapkan tidak berhenti pada penyerahan aplikasi. Pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan menjadi kunci agar inovasi tersebut benar-benar memberikan dampak bagi para pedagang.
UBB berharap Smart Kuliner Pangkalpinang dapat membantu memperkuat promosi dan pemasaran pedagang kaki lima, meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan demikian, perjalanan pedagang kaki lima di Pangkalpinang perlahan tidak lagi hanya berkutat pada gerobak dan lapak. Melalui dukungan teknologi, aktivitas usaha mereka mulai diarahkan menuju ekosistem digital yang lebih luas.
Baca: 28 Ton Pasir Timah Nyaris Diselundupkan ke Malaysia, Polisi Amankan 3 Orang di Belitung Timur
Inovasi ini sekaligus menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi perkembangan teknologi, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan akses dan pendampingan untuk naik kelas.
Sumber: Babelpos.id, diolah kembali untuk kebutuhan berita dan informasi.















