Jokbangka – #Pemerintah #Provinsi #Kepulauan #Bangka Belitung (#Pemprov Babel) #terus #memperkuat #langkah #serius #dalam #memerangi #peredaran narkotika dengan menggandeng tokoh agama, tokoh adat, dan elemen masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi ancaman narkoba yang kini semakin modern, canggih, dan sulit dideteksi.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif, terutama para ulama, pendeta, romo, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh besar dalam membentengi moral warga dari ancaman narkotika.
Dalam keterangannya di Pangkalpinang, Minggu (26/4/2026), Hidayat Arsani menegaskan bahwa peredaran gelap narkotika kini telah berkembang jauh lebih kompleks. Jika sebelumnya narkoba lebih mudah dikenali dalam bentuk serbuk seperti sabu, heroin, atau pil terlarang, kini para pelaku memanfaatkan teknologi modern untuk mengubah narkoba menjadi bentuk cair sehingga jauh lebih sulit terdeteksi secara kasat mata.
Menurut Hidayat, kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Modus baru yang digunakan para bandar dan pengedar narkoba membuat proses identifikasi dan pembuktian hukum semakin rumit karena memerlukan pengujian laboratorium yang lebih mendalam. Inilah yang menjadi alasan mengapa pendekatan pencegahan berbasis sosial dan keagamaan harus diperkuat.
Ia menilai, tokoh agama dan tokoh adat memiliki peran strategis dalam membangun benteng moral masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui ceramah, pembinaan rohani, edukasi sosial, dan pendekatan budaya, para tokoh ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menanamkan kesadaran akan bahaya narkoba.
āJangan sampai para pengedar ini bebas merusak anak-anak kita,ā tegas Hidayat Arsani, seraya meminta semua pihak untuk tidak lengah terhadap ancaman narkotika yang kini menyasar berbagai lapisan masyarakat. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peredaran narkoba bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan kejahatan kemanusiaan yang mengancam masa depan bangsa.
Pemprov Babel sendiri terus memperkuat sinergi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya dalam menekan peredaran narkotika di wilayah kepulauan tersebut. Kolaborasi ini dilakukan melalui pengawasan, penindakan, edukasi, hingga penguatan peran masyarakat dalam mendeteksi dan mencegah peredaran barang haram.
Langkah Pemprov Babel ini menjadi sinyal kuat bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Di tengah semakin canggihnya modus peredaran narkotika, peran tokoh agama, adat, dan masyarakat menjadi benteng utama dalam menyelamatkan generasi muda Bangka Belitung dari ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan.
















