Jokbangka – #BANGKA BARAT – #Aktivitas #pertambangan #timah di #Perairan #Teluk #Kelabat #Dalam, #Kabupaten #Bangka Barat, kembali menjadi sorotan. Tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan terkait meminta sekitar 70 unit ponton tambang untuk segera keluar dari kawasan perairan tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan masyarakat nelayan yang mengaku terdampak oleh aktivitas pertambangan di wilayah yang selama ini menjadi area tangkap ikan mereka. Teluk Kelabat Dalam sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan perairan penting bagi kehidupan nelayan di Bangka dan Bangka Barat.
Dalam kegiatan penertiban tersebut, tim gabungan memberikan imbauan langsung kepada para penambang agar menghentikan aktivitas serta memindahkan ponton dari lokasi yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan ruang laut.
Baca: 5 Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Kamaludin yang Hilang di Kebun Bangka Barat Resmi Dihentikan
Nelayan Keluhkan Dampak Aktivitas Tambang
Sejumlah nelayan mengungkapkan bahwa keberadaan ponton tambang di perairan Teluk Kelabat Dalam telah mengganggu aktivitas penangkapan ikan. Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan dampak lingkungan yang dapat memengaruhi hasil tangkapan dan keberlanjutan sumber daya laut.
Menurut para nelayan, kawasan tersebut merupakan wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir. Karena itu, mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan laut.
Permintaan penertiban terhadap ponton tambang juga muncul dari berbagai kelompok masyarakat yang menilai kawasan perairan tersebut perlu mendapatkan perlindungan agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.
Tim Gabungan Lakukan Pendekatan Persuasif
Dalam pelaksanaan penertiban, tim gabungan mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para penambang. Mereka diminta untuk mematuhi ketentuan yang berlaku serta menghormati kawasan yang selama ini dimanfaatkan oleh nelayan tradisional.
Petugas berharap para pemilik ponton dapat bekerja sama sehingga proses pengosongan area berlangsung aman dan kondusif tanpa menimbulkan gesekan di lapangan.
Pendekatan seperti ini sebelumnya juga pernah dilakukan dalam sejumlah operasi penertiban tambang di wilayah Bangka Belitung sebagai upaya menjaga ketertiban serta menghindari konflik antar kelompok masyarakat.
Perlindungan Kawasan Tangkap Nelayan
Teluk Kelabat Dalam merupakan salah satu kawasan perairan yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis penting. Selain menjadi lokasi penangkapan ikan bagi ribuan nelayan, wilayah ini juga menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung ekosistem pesisir.
Berbagai pihak berharap langkah penertiban ini dapat menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan aktivitas nelayan sekaligus menciptakan tata kelola pemanfaatan ruang laut yang lebih baik di masa mendatang.
Masyarakat pun meminta agar pengawasan dilakukan secara berkelanjutan sehingga aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan maupun konflik sosial dapat dicegah sejak dini.
Baca: Pemuda Bangka Barat Ditangkap Polisi, Ratusan Gram Ganja Disembunyikan di Semak-Semak Pinggir Jalan
Dengan adanya tindakan tegas dari tim gabungan, diharapkan Perairan Teluk Kelabat Dalam tetap menjadi kawasan produktif bagi nelayan serta mampu mendukung keberlanjutan sumber daya laut untuk generasi mendatang.
















