Jokbangka – #Bazar #Durian #Cumasi #yang #digelar di #kawasan #Destar #Point, Kota #Pangkalpinang, #sempat #menjadi #sorotan #publik #setelah #beredar foto dan video yang memperlihatkan lokasi bazar tampak lengang. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di media sosial hingga memancing perhatian masyarakat.

Namun, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, memberikan penjelasan bahwa kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan situasi sebenarnya selama pelaksanaan bazar. Ia menegaskan bahwa momen lokasi yang terlihat kosong hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu dan bukan sepanjang kegiatan berlangsung.
Menurut Saparudin, antusiasme masyarakat terhadap Bazar Durian Cumasi sebenarnya cukup tinggi, terutama saat pembukaan acara dan pada malam hari ketika pengunjung mulai berdatangan untuk menikmati berbagai jenis durian khas Bangka Belitung.
Foto Viral Bazar Durian Cumasi Kosong Jadi Perbincangan
Belakangan ini, foto area bazar yang tampak sepi beredar luas di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan penyebab bazar yang baru dibuka tersebut terlihat kosong.
Menanggapi hal itu, Saparudin menjelaskan bahwa pengambilan gambar kemungkinan dilakukan di luar jam ramai pengunjung. Ia menyebut aktivitas bazar berlangsung dinamis, sehingga jumlah pengunjung berubah sesuai waktu.
“Bukan berarti bazarnya tidak diminati. Ada waktu tertentu memang terlihat sepi, namun pada saat-saat lain masyarakat cukup ramai datang,” jelasnya.
Bazar Cumasi Jadi Ajang Promosi Durian Lokal Bangka Belitung
Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Bazar Cumasi Durian Bangka Belitung 2026 bukan hanya sebagai tempat penjualan durian, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan varietas Durian Cumasi kepada masyarakat yang lebih luas.
Durian Cumasi merupakan salah satu varietas unggulan khas Bangka Belitung yang memiliki cita rasa manis, tekstur lembut, dan aroma yang khas. Pemerintah berharap buah lokal tersebut mampu bersaing dengan berbagai varietas durian terkenal dari daerah lain bahkan mancanegara.
Destar Point Diproyeksikan Menjadi Sentra Kuliner Durian
Selain mempromosikan Durian Cumasi, Pemkot Pangkalpinang juga ingin menjadikan kawasan Destar Point sebagai pusat wisata kuliner berbasis durian setiap musim panen tiba.
Ke depan, bazar ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan yang melibatkan petani durian, pelaku UMKM, serta berbagai komunitas guna meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat identitas Bangka Belitung sebagai salah satu daerah penghasil durian berkualitas.
Pemkot Optimistis Durian Cumasi Semakin Dikenal Nasional
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis Durian Cumasi akan semakin dikenal masyarakat Indonesia. Dukungan media, pelaku usaha, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas promosi komoditas unggulan daerah tersebut.
Meskipun sempat muncul anggapan bazar sepi akibat beredarnya foto yang viral, pemerintah memastikan kegiatan tetap berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian dari strategi memperkenalkan potensi durian lokal Bangka Belitung ke tingkat nasional.
















