Jokbangka – BANGKA BARAT – #Setelah #lima #hari #melakukan #pencarian #intensif, #Tim #SAR #Gabungan #akhirnya #resmi #menghentikan #operasi #pencarian #terhadap #Kamaludin (60), warga Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, yang dilaporkan hilang saat berada di area perkebunan. Keputusan tersebut diambil setelah seluruh upaya pencarian yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
Kamaludin dilaporkan hilang sejak awal Juni 2026 ketika berada di kawasan kebun yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Hilangnya pria lanjut usia tersebut sempat mengundang perhatian masyarakat setempat karena hingga beberapa hari setelah laporan diterima, keberadaannya belum juga diketahui.
Operasi SAR Ditutup Setelah Evaluasi Menyeluruh
Tim SAR Gabungan secara resmi menutup operasi pencarian pada Senin, 8 Juni 2026. Keputusan penghentian operasi dilakukan setelah evaluasi bersama yang melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk pihak keluarga korban. Seluruh metode pencarian yang dianggap memungkinkan telah dilaksanakan secara maksimal, namun belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan Kamaludin.
Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung, berbagai strategi pencarian telah diterapkan dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Namun hingga batas waktu operasi yang ditentukan, hasil pencarian masih nihil.
Area Pencarian Diperluas hingga Puluhan Kilometer
Dalam upaya menemukan korban, Tim SAR Gabungan memperluas wilayah pencarian baik di kawasan hutan maupun jalur perairan yang berada di sekitar lokasi terakhir korban diketahui.
Pencarian darat dilakukan menggunakan metode Explore Search and Rescue (ESAR) dengan penyisiran area hutan yang luas. Selain itu, tim juga melakukan pencarian visual di sepanjang aliran sungai menggunakan rubber boat serta bantuan perahu nelayan setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kemungkinan lokasi keberadaan korban dapat diperiksa secara menyeluruh.
Baca: Pemuda Bangka Barat Ditangkap Polisi, Ratusan Gram Ganja Disembunyikan di Semak-Semak Pinggir Jalan
Medan Berat Menjadi Tantangan Tim SAR
Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi medan yang berupa kawasan hutan dan perkebunan dengan akses terbatas membuat proses penyisiran memerlukan waktu dan tenaga ekstra.
Selain faktor geografis, personel juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman dari satwa liar yang berada di sekitar kawasan sungai dan hutan. Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat tetap berupaya maksimal demi menemukan korban.
Libatkan Banyak Unsur dan Warga Setempat
Operasi pencarian Kamaludin melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kansar Pangkalpinang, Unit Siaga SAR Mentok, BPBD Bangka Barat, TNI, Polri, perangkat desa hingga masyarakat setempat yang secara sukarela ikut membantu proses pencarian. Kolaborasi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap sesama warga yang mengalami musibah.
Selama lima hari operasi berlangsung, tim terus melakukan penyisiran dan evaluasi harian guna menentukan langkah pencarian yang paling efektif. Namun hingga operasi berakhir, belum ditemukan tanda-tanda yang dapat mengungkap keberadaan korban.
Operasi Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Informasi Baru
Meskipun operasi SAR resmi dihentikan, pihak Basarnas menegaskan bahwa pemantauan akan tetap dilakukan. Jika di kemudian hari muncul informasi yang valid atau ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan Kamaludin, operasi pencarian dapat kembali dibuka.
Pihak Kansar Pangkalpinang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah terlibat dalam proses pencarian selama lima hari terakhir. Kerja sama dan solidaritas yang ditunjukkan menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti dalam upaya kemanusiaan tersebut.
Harapan Keluarga dan Masyarakat
Meski operasi resmi dihentikan, keluarga dan masyarakat Desa Tugang masih berharap adanya kabar baik mengenai keberadaan Kamaludin. Berbagai pihak berharap informasi baru dapat segera muncul sehingga misteri hilangnya warga tersebut dapat terungkap dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perkebunan maupun hutan yang memiliki medan cukup berat dan minim akses komunikasi. Hingga saat ini, Kamaludin masih tercatat sebagai orang hilang dan pencarian dapat kembali dilakukan apabila ditemukan petunjuk baru yang dapat dipertanggungjawabkan.
















