Jokbangka – #Erupsi #Gunung Anak #Krakatau mulai memberikan dampak terhadap #aktivitas #penerbangan di #Provinsi #Kepulauan #Bangka #Belitung. Sejumlah penerbangan dari dan menuju #Bandara #Depati Amir #Pangkalpinang mengalami pembatalan akibat dampak sebaran #abu #vulkanik yang mengganggu ruang udara dan #operasional penerbangan.
Pada Minggu, 6 September 2026, kondisi tersebut terutama berdampak pada penerbangan yang menghubungkan Pangkalpinang dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.

Baca: Buruh di Bangka Ditangkap Polisi, 14,1 Gram Sabu dan 10 Pil Diduga Ekstasi Disita
Sebelumnya, pihak Bandara Depati Amir menyampaikan terdapat empat penerbangan yang mengalami pembatalan, masing-masing dua penerbangan tujuan Pangkalpinang dari Jakarta dan dua penerbangan dari Pangkalpinang menuju Jakarta.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan jumlah penerbangan yang terdampak bertambah. Hingga Minggu siang, tercatat 10 penerbangan dari dan menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang dibatalkan sebagai dampak tidak langsung dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ruang Udara
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Haekal, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan karena terdapat potensi dampak abu vulkanik terhadap ruang udara serta operasional penerbangan, khususnya yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
“Kami terus memonitoring dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” kata Haekal di Pangkalpinang, Minggu (6/9/2026).
Dalam laporan awal, dua penerbangan dari Jakarta menuju Pangkalpinang yang dibatalkan adalah Super Air Jet IU 820 dan Citilink QG 972.
Sementara dari Bandara Depati Amir menuju Bandara Soekarno-Hatta, penerbangan Super Air Jet IU 821 dan Citilink QG 973 juga dibatalkan.
Bandara Depati Amir Tidak Menjadi Sumber Gangguan Abu
Meski berada di wilayah Bangka Belitung, Bandara Depati Amir Pangkalpinang tidak disebut sebagai lokasi yang secara langsung tertutup abu vulkanik. Gangguan lebih berkaitan dengan kondisi ruang udara dan operasional Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Karena Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu simpul utama penerbangan nasional, gangguan operasional di Jakarta kemudian berimbas pada penerbangan yang menghubungkan Pangkalpinang dengan ibu kota.
General Manager Bandara Depati Amir juga menegaskan bahwa kondisi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi ruang udara, serta NOTAM atau pemberitahuan resmi terkait keselamatan dan operasional penerbangan.
baca: Hutan Sungai Buton Diduga Dibabat Pabrik Sawit, Tokoh Masyarakat Adukan ke Bupati Bangka Barat
Penumpang Diminta Cek Jadwal Penerbangan
Pihak Bandara Depati Amir memahami pembatalan penerbangan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi calon penumpang.
Karena itu, calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Depati Amir Pangkalpinang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan sebelumnya, tetapi secara berkala memastikan status penerbangan kepada maskapai.
Penumpang juga diimbau menghubungi contact center InJourney Airports 172 untuk memperoleh informasi terbaru dan bantuan layanan apabila diperlukan.
Dampak Erupsi Meluas ke Sejumlah Bandara
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di Bangka Belitung. Sebaran abu vulkanik juga mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah lain.
Bandara H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjungpandan, Belitung, misalnya, juga membatalkan enam penerbangan dari dan menuju Jakarta pada Minggu. Pembatalan dilakukan karena sebaran abu vulkanik mengganggu jalur penerbangan serta operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Secara lebih luas, gangguan penerbangan terjadi di sejumlah bandara setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke jalur udara. Kondisi tersebut membuat sejumlah maskapai melakukan pembatalan, penundaan, maupun penyesuaian jadwal penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang dan kru.
Keselamatan Penerbangan Menjadi Prioritas
Pembatalan penerbangan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik bagi pesawat. Partikel abu vulkanik dapat mengganggu sistem dan mesin pesawat sehingga kondisi ruang udara menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah penerbangan dapat dilakukan atau tidak.
Dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih dipantau, jadwal penerbangan dari dan menuju Pangkalpinang berpotensi kembali mengalami perubahan.
Baca: Kecelakaan Maut Desa Jeriji Bangka Selatan: 3 Orang Meninggal, Polisi Ungkap Dugaan Microsleep
Masyarakat yang memiliki rencana perjalanan melalui Bandara Depati Amir diimbau mengikuti informasi resmi dari pihak bandara dan maskapai. Penumpang juga sebaiknya memastikan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara untuk menghindari keterlambatan atau perubahan jadwal yang tidak terduga.
















