Jokbangka – #Pemerintah #Kabupaten (#Pemkab) #Bangka #terus #menunjukkan #komitmennya #dalam #memperkuat #sektor #pertanian #berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan budidaya padi organik sebagai upaya menghasilkan beras yang lebih sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sawah seluas sekitar 23 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Mendo Barat untuk dijadikan kawasan pengembangan padi organik. Program ini diharapkan mampu menjadi tonggak baru dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, M. Imran, mengatakan bahwa rencana pengembangan padi organik telah disusun secara matang berdasarkan pengalaman beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, konsep budidaya padi organik sebenarnya pernah diterapkan. Namun, saat itu program belum berjalan optimal karena sejumlah kendala yang membuat sebagian petani kembali beralih ke sistem pertanian konvensional.
“Kami telah menyiapkan lahan sawah seluas kurang lebih 23 hektare untuk pengembangan budidaya padi organik di wilayah Kecamatan Mendo Barat,” ujarnya di Sungailiat, Rabu.
Pengembangan Padi Organik Dilakukan Secara Bertahap
Pemkab Bangka tidak hanya fokus pada penyediaan lahan, tetapi juga menyiapkan berbagai langkah pendukung agar program dapat berjalan berkelanjutan.
Salah satunya adalah rencana rehabilitasi lahan sawah yang akan dimasukkan dalam program kerja tahun 2027. Lahan yang saat ini dipenuhi tanaman liar akan diperbaiki sehingga siap digunakan sebagai area budidaya padi organik.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan produktivitas lahan tetap optimal sekaligus mendukung sistem pertanian organik yang membutuhkan kondisi lingkungan lebih alami.
Tidak Menggunakan Bahan Kimia
Dalam sistem pertanian organik, petani tidak diperkenankan menggunakan berbagai bahan kimia sintetis seperti:
- Pupuk kimia
- Pestisida kimia
- Herbisida
- Zat kimia pertanian lainnya
Sebagai gantinya, seluruh kebutuhan nutrisi tanaman dipenuhi menggunakan pupuk organik yang dinilai lebih aman bagi tanah maupun hasil panen.
Penerapan sistem tersebut membuat beras organik memiliki nilai tambah karena minim residu bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Manfaat Padi Organik bagi Lingkungan
Selain menghasilkan beras yang lebih sehat, budidaya padi organik juga memberikan berbagai manfaat terhadap lingkungan.
Beberapa manfaat tersebut antara lain:
- Mengurangi pencemaran tanah akibat penggunaan pupuk kimia.
- Menjaga kualitas air irigasi agar tetap bersih dari kontaminasi bahan kimia.
- Memperbaiki kesuburan tanah secara berkelanjutan.
- Menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Menurut M. Imran, air irigasi untuk sawah organik harus benar-benar terbebas dari pencemaran unsur kimia agar kualitas produksi tetap terjaga.
Biaya Produksi Lebih Hemat
Selain ramah lingkungan, sistem pertanian organik juga dinilai mampu menekan biaya operasional petani.
Hal tersebut karena petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia yang harganya relatif lebih mahal. Penggunaan pupuk alami dinilai lebih ekonomis sehingga dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Dengan biaya yang lebih rendah, diharapkan keuntungan petani juga meningkat apabila budidaya padi organik berkembang secara optimal.
Penyuluh Pertanian Akan Dampingi Petani
Agar program berjalan sesuai target, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka menggandeng Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memberikan pendampingan kepada para petani.
Pendampingan tersebut meliputi:
- Teknik budidaya padi organik.
- Penggunaan pupuk organik.
- Pengendalian hama secara alami.
- Perawatan tanaman hingga masa panen.
Pemerintah berharap kehadiran para penyuluh mampu membantu petani memahami sistem pertanian organik yang membutuhkan ketelatenan dan konsistensi lebih tinggi dibandingkan budidaya konvensional.
Dukung Ketahanan Pangan Daerah
Program pengembangan padi organik menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bangka dalam memperkuat sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Melalui peningkatan produksi beras sehat yang ramah lingkungan, pemerintah berharap masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas sekaligus menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan untuk masa depan.
Apabila program ini berhasil dikembangkan secara luas, Kabupaten Bangka berpotensi menjadi salah satu daerah penghasil beras organik unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
















