Jokbangka – #Warga #Desa #Kelabat, #Kecamatan #Parittiga, #Kabupaten #BangkaBarat, #Kepulauan #BangkaBelitung, dibuat geger setelah seorang #pria #berinisial AP (49) ditemukan #meninggal dunia di area #perkebunan #sawit, Jumat (11/9/2026).
AP sebelumnya dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah dengan alasan hendak pergi ke bengkel. Namun, pria tersebut tidak kunjung kembali hingga membuat keluarganya khawatir.
Istri korban kemudian melaporkan hilangnya AP kepada pihak kepolisian pada Senin (7/9/2026).
Pencarian yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, tetapi berakhir tragis. AP ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan Desa Kelabat.

Baca: Polres Bangka Ringkus 2 Pelaku Pencurian SMPN 6 Sungailiat, Laptop dan Printer Berhasil Diamankan
Pergi ke Bengkel, Tak Kunjung Pulang
Kapolsek Jebus, AKP Chandra Wijaya, mengatakan korban diketahui meninggalkan rumah pada Minggu, 6 September 2026.
Saat itu, AP berpamitan untuk pergi ke bengkel. Namun setelah beberapa waktu, korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Kondisi tersebut membuat sang istri mencari keberadaan suaminya. Karena tidak mendapatkan kabar, ia kemudian mendatangi kepolisian dan membuat laporan pada Senin, 7 September 2026.
“Pada hari Senin memang ada yang melaporkan kepada kami seorang ibu, istrinya, menyatakan bahwa suaminya sudah meninggalkan rumah untuk ke bengkel, namun tidak pulang-pulang,” kata Chandra saat dikonfirmasi.
Laporan tersebut kemudian menjadi informasi penting bagi polisi ketika menerima kabar adanya seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan Desa Kelabat.
Baca: Legenda Batu Tudung Akek Antak di Simpang Rimba, Kisah Tudung yang Dipercaya Membatu
Warga Temukan Pria Meninggal di Perkebunan
Pada Jumat (11/9/2026), polisi mendapatkan informasi dari warga mengenai adanya seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di area perkebunan sawit.
Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus memastikan identitas korban.
Setelah dilakukan pengecekan, korban ternyata merupakan AP, pria berusia 49 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh istrinya.
Polisi menemukan korban dalam kondisi tergantung di area perkebunan. Saat ditemukan, AP masih mengenakan pakaian berwarna merah, celana jeans panjang, dan sandal jepit.
“Setelah dilihat, dicek TKP, ternyata benar apa yang dicari oleh ibu itu sudah tergantung di sini dan sudah menjadi mayat,” ujar Chandra.
Petugas selanjutnya melakukan penanganan di lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban.
Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dari pemeriksaan awal secara kasat mata, Kapolsek Jebus mengatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi untuk sementara menduga korban meninggal akibat bunuh diri. Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan kondisi jenazah sekaligus mengetahui penyebab kematian secara lebih detail.
“Karena setelah dicek dari kondisi mayat, kondisi korban sendiri tidak ada tanda-tanda yang lain, tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Chandra.
Polisi juga memperkirakan AP telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.
Perkiraan tersebut disesuaikan dengan laporan keluarga mengenai waktu korban meninggalkan rumah dan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah. Namun, kepastian mengenai waktu serta penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan medis.
Motif Masih Didalami Polisi
Meski dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, polisi belum dapat memastikan alasan yang menyebabkan AP mengakhiri hidupnya.
Pihak kepolisian masih mendalami berbagai informasi mengenai korban, termasuk kondisi sebelum korban meninggalkan rumah pada Minggu (6/9/2026).
Motif maupun latar belakang kejadian tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.
Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk melengkapi informasi terkait penyebab kematian korban.
Pencarian Berakhir Tragis
Kasus ini bermula ketika AP meninggalkan rumah untuk pergi ke bengkel. Karena tidak kunjung kembali, istrinya kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada Polsek Jebus.
Empat hari setelah korban dilaporkan tidak pulang, kabar mengenai penemuan seorang pria meninggal di perkebunan akhirnya mengakhiri pencarian.
Namun, kabar tersebut sekaligus menjadi duka bagi keluarga karena pria yang ditemukan meninggal ternyata adalah AP, orang yang sebelumnya dicari oleh keluarganya.
Baca: Jejak Prasejarah Bangka Selatan: Cadas Bukit Kepale 3.000 Tahun dan Temuan Gerabah Aik Sibut
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi oleh petugas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Penyebab kematian secara medis dan alasan korban meninggalkan rumah sebelum ditemukan meninggal masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan.
Catatan: Informasi mengenai dugaan bunuh diri dalam artikel ini merupakan keterangan awal kepolisian. Penyebab kematian tetap menunggu hasil pemeriksaan medis.
















