Jokbangka – #Program #Makan Bergizi Gratis (#MBG) di #Provinsi #Kepulauan #Bangka Belitung #dipastikan #tetap #berjalan #meski #Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga akhir Juli 2026, lima dapur SPPG masih menjalani penghentian operasional sementara karena belum memenuhi standar sarana dan prasarana yang ditetapkan BGN.

Lima Dapur SPPG Masih Menjalani Penghentian Sementara
Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Regional Bangka Belitung, Nyayu Kurnia Ramadhini, menjelaskan bahwa penghentian operasional tersebut bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses pembenahan fasilitas. Dapur yang telah memenuhi seluruh persyaratan akan kembali diizinkan beroperasi.
“Ada beberapa SPPG yang sempat dihentikan sementara. Setelah menyelesaikan kewajiban, seperti renovasi maupun perbaikan fasilitas, operasionalnya dibuka kembali,” ujar Dhini kepada Bangkapos.com, Kamis (30/7/2026).
Salah satu temuan utama dalam evaluasi adalah fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar operasional. Menurut Dhini, perbaikan IPAL menjadi syarat utama sebelum dapur dapat kembali dibuka.
“Ada IPAL yang masih terkendala. Mereka harus memperbaikinya terlebih dahulu. Setelah selesai, kami laporkan kepada pimpinan untuk divalidasi, baru kemudian operasionalnya dibuka kembali,” katanya.
Daftar Lokasi Dapur SPPG yang Disuspend
Lima dapur yang masih menjalani penghentian sementara tersebar di beberapa wilayah di Bangka Belitung, yaitu:
- 1 dapur di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka
- 2 dapur di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur
- 1 dapur di Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur
- 1 dapur di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat
Seluruh pengelola diminta segera melengkapi sarana dan prasarana sesuai standar yang ditetapkan BGN agar operasional dapat kembali dilakukan.
Tidak Ada Penutupan Permanen
Dhini menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada dapur SPPG di Bangka Belitung yang ditutup secara permanen. Semua penghentian operasional bersifat sementara sampai proses pembenahan selesai.
“Sejauh ini sifatnya masih sementara. Setelah memenuhi standar yang ditetapkan, dapur bisa kembali beroperasi,” ujarnya.
Evaluasi BGN Tidak Berdampak pada Tenaga Kerja
Di tengah evaluasi yang dilakukan pimpinan baru BGN, Dhini memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja terhadap tenaga di lingkungan SPPI maupun SPPG. Baik pegawai ASN maupun non-ASN disebut tetap bekerja seperti biasa.
Menurutnya, perubahan personel yang terjadi hanya disebabkan oleh pengunduran diri tenaga non-ASN karena alasan pribadi, seperti pindah domisili atau faktor keluarga.
“Kalau untuk non-ASN maupun ASN tidak ada yang diberhentikan, baik sementara maupun permanen. Memang ada beberapa pergantian karena ada tenaga non-ASN yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan pribadi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut tidak berkaitan dengan kebijakan penataan yang dilakukan BGN.
Baca: Duda 30 Tahun di Bangka Selatan Ditangkap Usai Setubuhi Siswi SMP hingga Hamil 5 Bulan
Program MBG di Bangka Belitung Tetap Berjalan
Meski lima dapur masih disuspend sementara, program Makan Bergizi Gratis di Bangka Belitung tetap berjalan melalui dapur-dapur SPPG lain yang telah memenuhi standar operasional. Pemerintah daerah bersama SPPI dan BGN terus melakukan pemantauan agar perbaikan fasilitas dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat tetap optimal.
















