Jokbangka – Suasana #santai sebuah #keluarga di #Desa #Simpang #Gong, #Kecamatan #Simpang #Teritip, #Kabupaten #BangkaBarat, #Kepulauan #BangkaBelitung, mendadak berubah menjadi mencekam.
Seorang warga bernama Gustam (42) tiba-tiba menjadi korban penyerangan menggunakan golok ketika sedang berada di rumah bersama ayahnya pada Minggu malam, 13 September 2026.
Sebelum kejadian, Gustam diketahui sedang duduk santai sambil menonton televisi bersama sang ayah. Tidak ada tanda-tanda bahwa malam tersebut akan berakhir dengan insiden berdarah.

Baca: Tegur Pemotor Geber Gas di Pangkalpinang, Pria Malah Dikeroyok Pakai Parang dan Kayu
Namun, suasana berubah setelah terdengar suara seperti benda yang menghantam rumah.
Mendengar Suara dari Luar Rumah
Menurut keterangan Jumia, adik korban, Gustam awalnya mengira suara tersebut berasal dari sesuatu yang jatuh di sekitar rumah.
Karena penasaran, Gustam kemudian keluar rumah untuk melihat sumber suara tersebut.
Kondisi di sekitar rumah saat itu disebut cukup remang-remang meski terdapat lampu di bagian luar rumah. Gustam pun keluar tanpa membawa senter.
Saat berada di luar rumah, Gustam justru mendapat serangan dari seseorang yang disebut merupakan tetangganya.
Pelaku menyerang korban menggunakan golok.
Jumia mengatakan, keluarganya tidak mengetahui adanya persoalan atau konflik sebelumnya antara Gustam dan terduga pelaku.
“Konflik itu tidak ada, kami bertetangga dengan baik,” ujar Jumia kepada Wow Babel, Selasa, 15 September 2026.
Korban Sempat Menanyakan Alasan Diserang
Serangan tersebut berlangsung ketika Gustam berada di luar rumah.
Menurut keterangan keluarga, korban sempat mempertanyakan alasan dirinya diserang. Namun, serangan tetap berlanjut.
Golok yang digunakan pelaku mengenai beberapa bagian tubuh korban.
Luka dilaporkan terdapat pada punggung, dada, kepala, telinga, serta tangan kiri korban.
Saat serangan kembali dilakukan, Gustam berusaha melindungi dirinya dengan menangkis menggunakan tangan kiri.
Akibatnya, tangan kiri korban mengalami luka cukup parah dan harus mendapatkan penanganan medis hingga menjalani operasi.
Sempat Hadiri Pesta Kampung Sebelum Pulang
Sebelum berada di rumah bersama ayahnya, Gustam diketahui sempat menghadiri pesta kampung di kawasan Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Teritip.
Setelah kegiatan tersebut, Gustam kemudian pulang ke rumahnya di Desa Simpang Gong.
Setibanya di rumah, ia menghabiskan waktu bersama ayahnya dengan duduk santai dan menonton televisi.
Tidak lama kemudian, terdengar suara dari arah luar rumah yang akhirnya membuat Gustam keluar dan kemudian menjadi korban penyerangan.
Keluarga Sempat Khawatir Ayah Korban yang Keluar Rumah
Jumia mengaku keluarganya tidak menyangka kejadian tersebut akan menimpa Gustam.
Terlebih, saat kejadian ayah korban juga berada di dalam rumah.
Menurut Jumia, situasi bisa saja menjadi lebih berbahaya apabila sang ayah yang lebih dulu keluar rumah setelah mendengar suara dari luar.
“Kalau bapak kami yang keluar rumah dulu, mungkin bisa jadi bapak kami yang diserang. Tapi yang keluar kan abang kami,” ujar Jumia.
Peristiwa tersebut membuat keluarga korban khawatir karena penyerangan terjadi secara tiba-tiba dan menggunakan senjata tajam.
Korban Jalani Operasi di Rumah Sakit
Setelah mengalami sejumlah luka akibat serangan tersebut, Gustam mendapatkan perawatan medis.
Korban kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit Depati Amrin, Kabupaten Bangka.
Jumia mengatakan Gustam sempat menjalani operasi pada Senin, 14 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
Setelah menjalani tindakan medis, kondisi korban memungkinkan untuk dibawa pulang pada Selasa, 15 September 2026. Namun, korban masih harus menjalani kontrol kesehatan secara berkala untuk memantau kondisi luka dan pemulihannya.
Kasus Dilaporkan ke Polisi
Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Simpang Teritip.
Laporan tersebut dilakukan setelah Gustam mendapatkan serangan yang menyebabkan sejumlah luka pada tubuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi yang tersedia dari sumber belum menjelaskan secara rinci mengenai motif penyerangan maupun perkembangan penanganan terhadap terduga pelaku.
baca: Residivis di Bangka Selatan Pukul Ayah Kandung Gara-Gara Istri Hamil Dimarahi, Sempat Ambil Parang
Keluarga juga menyebut tidak pernah terjadi konflik antara mereka dengan terduga pelaku sebelum insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena penyerangan terjadi secara tiba-tiba ketika korban sedang berada di rumah dan menikmati waktu bersama keluarganya.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
















