Jokbangka – #Peristiwa #tragis #menimpa #seorang #nelayan asal #Kabupaten #Bangka, #Pajirman (55), #yang #sebelumnya #dilaporkan #hilang #saat #melaut di #perairan #Karang Kering, Sungailiat. Setelah beberapa hari dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Punggur.
Kabar duka ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, kepolisian, hingga relawan setempat.

Kronologi Hilangnya Nelayan Pajirman
Berdasarkan laporan, Pajirman diketahui berangkat melaut untuk memancing pada Selasa (14 April 2026). Namun, hingga keesokan harinya, ia tak kunjung kembali ke darat sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Tim SAR kemudian langsung bergerak cepat melakukan pencarian di sekitar perairan Karang Kering. Dalam proses tersebut, perahu milik korban ditemukan dalam kondisi kosong tanpa keberadaan Pajirman.
Penemuan perahu tanpa awak ini memperkuat dugaan bahwa korban mengalami kecelakaan laut, kemungkinan terjatuh saat beraktivitas di tengah laut.
Baca juga: Teh Tayu Jebus Resmi Kantongi Sertifikat IG, Warisan Tradisional Bangka Barat Siap Mendunia
Upaya Pencarian oleh Tim SAR
Operasi pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk:
- Basarnas Pangkalpinang
- Ditpolairud Polda Babel
- Satpolairud Polres Bangka
- Relawan dan masyarakat sekitar
Tim SAR menyisir area laut hingga radius beberapa mil dari titik awal kejadian, bahkan menggunakan peralatan seperti drone thermal dan perahu karet untuk memperluas pencarian.
Meski cuaca sempat menjadi kendala, pencarian terus dilanjutkan hingga akhirnya korban ditemukan.
Ditemukan di Pantai Punggur
Setelah beberapa hari pencarian, Pajirman akhirnya ditemukan di Pantai Punggur dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini sekaligus memastikan bahwa korban tidak selamat dari insiden yang terjadi di laut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama di wilayah perairan yang memiliki arus dan gelombang tidak menentu.
Imbauan Keselamatan bagi Nelayan
Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya keselamatan saat melaut, di antaranya:
- Menggunakan alat keselamatan seperti pelampung
- Memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat
- Tidak melaut sendirian
- Membawa alat komunikasi
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut di masa mendatang.
Baca jugA: Warga Airgegas Bangka Selatan Diduga Diterkam Buaya Saat Memancing di Sungai Nyirih
Kesimpulan
Kasus hilangnya Pajirman berakhir duka setelah korban ditemukan meninggal dunia di Pantai Punggur. Proses pencarian yang melibatkan banyak pihak menunjukkan pentingnya kerja sama dalam operasi SAR. Di sisi lain, peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja di laut.
















