Jokbangka – #Kabar #viral #datang #dari #sektor #perkebunan #kelapa sawit di #Bangka #Belitung. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka secara tegas meminta agar harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani stabil di atas Rp3.000 per kilogram.

Permintaan ini muncul bukan tanpa alasan. Saat ini, harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sedang berada pada tren tinggi, bahkan mencapai sekitar Rp15.195 per kilogram. Namun ironisnya, kondisi tersebut tidak diikuti oleh kenaikan harga TBS di tingkat petani.
Harga TBS Masih di Bawah Rp3.000
Berdasarkan data dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, mayoritas perusahaan masih membeli TBS petani dengan harga di bawah Rp3.000 per kilogram. Beberapa di antaranya bahkan berada di kisaran Rp2.820 hingga Rp2.990 per kilogram.
Kondisi ini membuat petani merasa dirugikan, terutama karena biaya produksi seperti pupuk terus mengalami kenaikan signifikan. Ketimpangan antara harga CPO dan harga TBS inilah yang kini menjadi sorotan utama.
APKASINDO: Harga Harus Disesuaikan
Ketua Apkasindo Kabupaten Bangka, Jamaludin, menegaskan bahwa dengan kondisi harga CPO yang sedang bagus, sudah seharusnya harga TBS ikut disesuaikan.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak memaksakan angka tertentu, namun menekankan agar harga tidak boleh lagi berada di bawah Rp3.000 per kilogram.
Menurutnya, faktor seperti rendemen sawit saat ini juga tidak bisa dijadikan alasan untuk menekan harga, karena kondisi cuaca sedang mendukung dan kualitas hasil panen cukup baik.
DPRD Ikut Turun Tangan
Permasalahan ini juga mendapat perhatian dari DPRD Provinsi Bangka Belitung. Ketua DPRD, Didit Srigusjaya, mendorong agar harga TBS sawit petani ditetapkan minimal Rp3.000 per kilogram.
Langkah konkret pun disiapkan melalui rapat lanjutan yang akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan kelapa sawit, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum.
Tujuannya jelas: memastikan adanya keadilan harga bagi petani serta menjaga stabilitas ekonomi daerah yang bergantung pada sektor sawit.
Sorotan pada Industri Hilir
Selain soal harga, Apkasindo juga menyoroti pentingnya pembangunan industri hilir seperti refinery. Namun, pembangunan fasilitas tersebut dinilai tidak mudah karena membutuhkan investasi besar hingga triliunan rupiah.
Meski demikian, dorongan tetap diberikan agar ke depan sektor sawit tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui pengolahan.
Harapan Petani Sawit
Para petani berharap pemerintah dan perusahaan dapat segera mengambil langkah nyata. Harga yang layak bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup mereka.
Jika harga TBS terus berada di bawah standar, dikhawatirkan akan berdampak pada kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Bangka Belitung.
Kesimpulan
Isu harga TBS sawit ini kini menjadi topik viral yang mencerminkan ketimpangan antara harga global dan harga di tingkat petani. Dengan dukungan Apkasindo dan DPRD, diharapkan harga TBS bisa segera stabil di atas Rp3.000 per kilogram demi kesejahteraan petani.
















