Jokbangka – #Pemerintah #Provinsi (#Pemprov) #Kepulauan #Bangka #Belitung (Babel) #terus #berupaya #mengembalikan #kejayaan #lada #putih #sebagai #komoditas #unggulan #ekspor #daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan pada 2026 adalah menjalankan program peremajaan kebun lada petani seluas 195 hektare dengan menggunakan bibit unggul agar produktivitas kebun kembali meningkat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas areal perkebunan lada yang produktif sekaligus meningkatkan hasil panen petani yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan.
Baca: Produksi Karet Bangka Belitung Turun 522,564 Ton, Alih Fungsi Lahan ke Sawit Jadi Penyebab Utama

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan program peremajaan dilakukan dengan mengganti tanaman lada yang sudah tua dan tidak lagi produktif menggunakan bibit unggul.
“Melalui program ini, kita akan mengganti tanaman lada tua dan tidak produktif dengan bibit unggul,” ujar Kurniawan di Pangkalpinang, Sabtu.
Seleksi Penerima Bantuan Masih Berlangsung
Saat ini, DPKP Babel masih melakukan proses seleksi terhadap calon petani penerima bantuan. Setelah proses administrasi selesai, tim akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebun guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Program ini menyasar petani di sejumlah wilayah, yakni:
- Kabupaten Bangka
- Bangka Barat
- Bangka Tengah
- Bangka Selatan
- Belitung
- Belitung Timur
Peninjauan lapangan dilakukan agar lahan yang diremajakan benar-benar merupakan kebun lada yang membutuhkan peremajaan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh para petani.
Produksi Lada Putih Babel Terus Menurun
Program peremajaan kebun ini menjadi salah satu solusi atas menurunnya produksi lada putih di Kepulauan Bangka Belitung.
Berdasarkan data DPKP Babel, produksi lada putih sepanjang 2025 tercatat hanya 9.464,95 ton, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12.008,66 ton. Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya luas areal perkebunan lada di berbagai daerah.
Luas Perkebunan Lada Menyusut
Selain produksi yang menurun, luas kebun lada juga mengalami penyusutan cukup signifikan.
Pada 2025, luas perkebunan lada petani di Bangka Belitung tercatat sekitar 18.948,81 hektare, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 28.096,81 hektare.
Adapun sebaran luas kebun lada di Bangka Belitung meliputi:
- Bangka: 1.665,17 hektare
- Belitung: 5.903,09 hektare
- Bangka Barat: 525,34 hektare
- Bangka Tengah: 544,76 hektare
- Bangka Selatan: 6.970,38 hektare
- Belitung Timur: 3.340,04 hektare
Diharapkan Mampu Mengembalikan Kejayaan Lada Babel
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung berharap program peremajaan kebun lada mampu membangkitkan kembali semangat petani dalam mengembangkan usaha perkebunan lada.
Dengan penggunaan bibit unggul dan perawatan yang lebih baik, produktivitas diharapkan meningkat sehingga komoditas lada putih Bangka Belitung kembali memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Selain meningkatkan hasil panen, program ini juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian petani serta menjaga eksistensi lada putih Bangka Belitung sebagai salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia.
















