Jokbangka – #Perpustakaan #Daerah (#Perpusda) #Kabupaten #Bangka Barat #terus #menunjukkan #transformasi #besar #sebagai #pusat #literasi #modern #yang #tidak #hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang kreatif dan pusat pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghadirkan berbagai program inklusif agar perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan warga dari berbagai kalangan.

Konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial yang diterapkan Perpusda Bangka Barat membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai tempat belajar, berkegiatan, berdiskusi, hingga mengembangkan keterampilan produktif. Kehadiran ruang-ruang kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perpustakaan kini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat yang modern dan multifungsi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, berbagai program pemberdayaan terus dikembangkan agar masyarakat dapat memanfaatkan literasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.
Perpusda Bangka Barat juga menghadirkan berbagai fasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif. Mulai dari ruang audio visual, ruang pelatihan, ruang pertemuan, hingga ruang kegiatan seni dan kreativitas. Fasilitas tersebut disiapkan agar generasi muda memiliki tempat produktif untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus meningkatkan budaya literasi.
Selain itu, perpustakaan juga aktif menggelar berbagai program literasi untuk semua kelompok usia. Untuk anak-anak, Perpusda menghadirkan kegiatan membaca nyaring, mewarnai, permainan edukatif, hingga pendampingan literasi bagi siswa TK dan SD. Program tersebut bertujuan membangun kemampuan literasi sejak dini sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.
Tidak hanya fokus pada anak-anak, Perpusda Bangka Barat juga membuka ruang pembelajaran bagi masyarakat umum dan kelompok lanjut usia. Salah satu program terbaru adalah Sekolah Lansia Salimah yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan edukasi kesehatan, sosial, dan pemberdayaan bagi para lansia.
Dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Perpusda Bangka Barat juga menghadirkan program PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang terintegrasi langsung dengan perpustakaan daerah. Program ini menjadi salah satu inovasi penting karena menghadirkan pendidikan nonformal, pelatihan keterampilan, dan pembelajaran berbasis literasi bagi masyarakat luas.
Transformasi perpustakaan ini dinilai berhasil memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat. Perpustakaan bukan lagi hanya tempat menyimpan buku, tetapi telah menjadi pusat kreativitas, ruang diskusi, pusat pelatihan, dan tempat pengembangan kapasitas masyarakat. Berbagai program yang dijalankan juga mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Bangka Barat.
Baca: Harga Timah Tembus Rp959 Ribu per Kilogram, Ekspor Bangka Belitung Melonjak hingga Rp25,9 Triliun
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap keberadaan Perpusda dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan konsep inklusi sosial, perpustakaan diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang cerdas, produktif, kreatif, dan mandiri menghadapi tantangan zaman modern.
Penguatan layanan perpustakaan juga dilakukan melalui peningkatan koleksi buku, pengembangan perpustakaan desa, serta penyediaan layanan digital agar masyarakat semakin mudah mengakses informasi dan ilmu pengetahuan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya besar membangun budaya literasi yang kuat di Bangka Barat.
















