Jokbangka – #Pemerintah #Kabupaten #Bangka Selatan #terus #memperketat #pengawasan #terhadap #pemilik #Delivery Order (DO) kelapa sawit guna menjaga kestabilan dan kewajaran harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesejahteraan petani sawit sekaligus menciptakan tata niaga sawit yang lebih adil dan transparan.

Pengawasan terhadap pemilik DO menjadi perhatian serius karena harga sawit di Bangka Selatan dinilai masih mengalami ketimpangan dibandingkan beberapa daerah lain di Sumatera. Kondisi tersebut memicu berbagai keluhan dari petani yang berharap harga jual hasil panen mereka dapat mengikuti kenaikan harga crude palm oil (CPO) di pasar nasional maupun global.
Pemerintah daerah menilai peran pemilik DO sangat penting dalam rantai distribusi sawit. Karena itu, pengawasan dilakukan agar tidak terjadi permainan harga yang merugikan petani. Pemkab Bangka Selatan juga menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam tata niaga sawit harus mematuhi aturan serta menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain melakukan pengawasan, pemerintah daerah melalui dinas terkait juga aktif melakukan koordinasi dengan perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS), asosiasi petani, hingga pemerintah provinsi. Langkah ini bertujuan agar harga TBS sawit di Bangka Selatan dapat lebih kompetitif dan tidak jauh berbeda dengan harga di daerah lain.
Ketua Komisi II DPRD Bangka Selatan sebelumnya juga meminta dinas terkait untuk membangun komunikasi intensif dengan perusahaan crude palm oil (CPO) terkait perbedaan harga TBS sawit yang cukup signifikan. Para petani mengeluhkan biaya perawatan kebun yang terus meningkat, terutama harga pupuk dan kebutuhan operasional lainnya.
Di sisi lain, pemerintah berharap seluruh pemilik DO dan perusahaan sawit dapat ikut menjaga iklim usaha yang sehat. Transparansi penetapan harga dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan kepercayaan antara petani dan perusahaan. Dengan adanya pengawasan rutin, diharapkan tidak ada lagi praktik yang menyebabkan harga sawit di tingkat petani menjadi tidak wajar.
Pemkab Bangka Selatan juga berkomitmen melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha perkebunan sawit agar tata kelola industri sawit semakin baik. Program pembinaan tersebut mencakup edukasi mengenai standar perkebunan, tata niaga, hingga pentingnya menjaga keberlanjutan sektor sawit di daerah.
Sektor perkebunan kelapa sawit sendiri menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bangka Selatan. Ribuan petani menggantungkan penghasilan dari hasil panen sawit, sehingga kestabilan harga TBS sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap pemilik DO dan perusahaan sawit, pemerintah berharap kesejahteraan petani dapat terus meningkat. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menciptakan keadilan ekonomi di sektor perkebunan sawit serta menjaga stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
Tutorial Agar Petani Sawit Mendapat Harga Jual Lebih Baik
1. Pantau Harga Sawit Secara Berkala
Petani disarankan rutin memantau harga TBS sawit yang ditetapkan pemerintah provinsi maupun harga pasar terbaru agar mengetahui standar harga yang wajar.
2. Jual ke Mitra Resmi
Pastikan menjual hasil panen melalui jalur resmi atau mitra terpercaya untuk menghindari potongan harga yang tidak jelas.
3. Perhatikan Kualitas TBS
Buah sawit dengan kualitas baik dan tingkat kematangan yang sesuai biasanya memiliki harga jual lebih tinggi.
4. Bergabung dengan Kelompok Tani
Kelompok tani dapat membantu petani memperoleh informasi harga, akses pasar, hingga perlindungan terhadap praktik tata niaga yang merugikan.
5. Laporkan Jika Ada Permainan Harga
Apabila ditemukan dugaan permainan harga atau praktik tidak wajar, petani dapat melapor ke dinas terkait agar segera ditindaklanjuti.
















