JokBangka – #Polres #Bangka #Barat #kembali #menunjukkan #komitmennya #dalam #menegakkan #hukum dan #melindungi #sumber #daya alam #strategis #Indonesia. Tiga peristiwa penting yang terjadi di Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, telah menjadi bukti nyata bahwa aparat kepolisian tidak hanya menjalankan tugasnya dalam penegakan hukum, tetapi juga berperan serta dalam mencegah potensi kerugian negara serta mendukung stabilitas keamanan nasional. Mulai dari pengungkapan penyelundupan timah ilegal 10 ton yang disamarkan dalam fiber box udang, penyelamatan potensi kerugian negara senilai miliaran rupiah, hingga implementasi amanat Presiden Republik Indonesia oleh jajaran Polres Bangka Barat, semua dijabarkan secara lengkap dalam artikel di bawah ini.
Baca juga: Inflasi Bangka Belitung Lebih Rendah dari Nasional, Bank Indonesia Ungkap Faktor Pengendali Harga

1. Pengiriman Timah Disamarkan dalam Fiber Udang
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Bangka Barat berhasil menggagalkan upaya pengiriman timah ilegal dalam jumlah besar di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok. Para pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menyamarkan muatan timah menggunakan fiber box yang diberi label sebagai udang.
Upaya penyelundupan ini digagalkan oleh Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat pada Rabu (28/1/2026) malam, menyusul adanya informasi dari masyarakat tentang kendaraan mencurigakan yang hendak menaiki kapal ke luar Pulau Bangka. Saat dihentikan dan diperiksa, truk yang membawa 42 fiber box tersebut ternyata berisi balok timah dan pasir timah kering, bukan udang sebagaimana tercantum dalam surat jalan muatan.
Petugas berhasil mengamankan lima orang yang terlibat dalam operasi ini, termasuk sopir dan pekerja pengangkat barang. Dari pemeriksaan lanjutan pada Jumat (30/1/2026), total barang bukti terdiri dari 401 keping balok timah dan 38 karung pasir timah kering dengan estimasi berat sekitar 10 ton dan nilai ekonominya mencapai sekitar Rp 5 miliar.
Kapolres Bangka Barat menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan di pelabuhan dan jalur laut untuk mencegah praktik serupa, termasuk penyelundupan yang menggunakan modus penyamaran muatan agar tidak terdeteksi petugas.
2. Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp5 Miliar
Tindakan tegas Polres Bangka Barat terhadap upaya penyelundupan timah ilegal tersebut dinilai telah menyelamatkan potensi kerugian negara hingga sekitar Rp 5 miliar. Timah merupakan sumber daya alam strategis yang harus dikelola sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
Selain mengamankan timah, aparat kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti tambahan seperti truk yang digunakan untuk membawa muatan, dua unit ponsel, tiket penyeberangan kapal, serta tungku cetak pasir timah. Para pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Bangka Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Bangka Barat juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat terkait aktivitas mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti. Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik ilegal yang merugikan negara.
3. Polres Bangka Barat Jalankan Amanat Presiden
Kasus pengungkapan penyelundupan timah ilegal ini juga mencerminkan komitmen Polres Bangka Barat dalam menjalankan amanat Presiden Republik Indonesia untuk menegakkan hukum secara tegas dan profesional. Dalam setiap operasi, aparat kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan kriminal, tetapi juga berupaya mempertahankan kedaulatan sumber daya alam Indonesia serta melindungi kepentingan nasional.
Pengungkapan kasus ini diawali oleh laporan masyarakat dan penanganan cepat dari Tim Polairud Polres Bangka Barat yang bergerak sigap saat menerima informasi adanya kendaraan dengan muatan mencurigakan. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat kinerja aparat dalam mengawasi jalur pelabuhan serta laut dari potensi penyelundupan komoditas ilegal yang merugikan negara.
Momen ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten, transparan, dan profesional demi terciptanya ketertiban serta keamanan nasional yang lebih baik.
















