Jokbangka – #Kecelakaan #kerja di #wilayah #perairan #kembali #terjadi di #Kabupaten #Bangka Barat, #Provinsi #Kepulauan #Bangka Belitung. Tim SAR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Babel akhirnya berhasil menemukan jasad seorang pekerja pemasangan pipa tambak udang yang sebelumnya dilaporkan hilang saat bekerja di perairan Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang.
Baca: Duel Berdarah Dua Pria di Desa Kacung Bangka Barat, Satu Tewas Ditusuk Pisau Dapur

Korban diketahui bernama Badrun Supriadi (43), warga Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Ia merupakan pekerja spesialis pemasangan pipa pengairan tambak udang yang sedang menjalankan kontrak kerja bersama salah satu perusahaan swasta di daerah tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (17/5), sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu korban bersama enam rekan lainnya tengah menyelesaikan pekerjaan pemasangan pipa pengairan dari laut menuju area tambak udang. Namun di tengah aktivitas tersebut, mereka mengalami kecelakaan kerja akibat kondisi perairan yang diduga cukup berbahaya.
Setelah menerima laporan kehilangan, Tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan secara berkala dengan melibatkan personel SAR, aparat keamanan, serta bantuan nelayan setempat.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Senin (18/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terapung tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang di perairan Tanjung Niur.
Komandan Posbinpotmar Tempilang, Peltu Keu A. Tharmizi, mewakili Danlanal Babel Kolonel Mar Yulindo, mengatakan bahwa setelah ditemukan, korban segera dievakuasi menuju puskesmas terdekat untuk dilakukan visum dan penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga maupun perwakilan perusahaan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh perusahaan yang beraktivitas di kawasan pesisir maupun laut agar selalu mengutamakan keselamatan kerja. Penggunaan alat pelindung dan perlengkapan keselamatan menjadi hal wajib, terutama saat bekerja di wilayah laut dengan cuaca yang mudah berubah.
Selain itu, para pekerja maritim dan nelayan juga diimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Gelombang tinggi dan arus kuat dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan demi menghindari kejadian serupa.
Peristiwa ini turut menyita perhatian masyarakat Bangka Belitung karena tingginya risiko pekerjaan di sektor pesisir dan kelautan. Banyak pihak berharap perusahaan dapat meningkatkan standar keamanan kerja serta memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan maksimal selama menjalankan aktivitas di lapangan.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti keluarga korban yang kini menunggu proses pemulangan jenazah ke kampung halaman di Sumatera Selatan.
















