Jokbangka – #Kenaikan #harga #timah #dunia #membawa #dampak #besar #bagi #perekonomian #Provinsi #Kepulauan #Bangka Belitung. Harga logam timah yang terus meroket membuat nilai ekspor daerah penghasil timah terbesar di Indonesia ini ikut melonjak tajam hingga mencapai Rp25,9 triliun.
Lonjakan harga timah global menjadi perhatian banyak pihak karena komoditas ini merupakan salah satu penopang utama ekonomi Bangka Belitung. Tingginya permintaan industri elektronik, semikonduktor, hingga energi terbarukan membuat harga timah di pasar internasional mengalami penguatan signifikan sepanjang 2026.
Baca juga: Polsek Belinyu Tertibkan Tambang Timah Ilegal di Gunung Muda, Dua Mesin Robin Diamankan

Berdasarkan laporan perdagangan terbaru, harga timah disebut telah mencapai sekitar Rp959 ribu per kilogram. Kenaikan ini turut mendongkrak nilai ekspor timah Bangka Belitung secara signifikan dibanding periode sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan bahwa ekspor daerah tersebut mengalami pertumbuhan kuat pada awal 2026 dengan komoditas utama masih didominasi timah. Nilai ekspor Februari 2026 tercatat mencapai US$198,59 juta dengan ekspor timah sebesar US$149,96 juta.
Sementara itu, pada Maret 2026, ekspor timah Bangka Belitung kembali meningkat menjadi US$197,31 juta atau naik lebih dari 31 persen dibanding bulan sebelumnya. Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah asal Bangka Belitung, disusul Korea Selatan, India, Singapura, dan Belanda.
Baca: Polisi Ungkap Pencurian Mesin Robin dan Motor di Merawang, Satu Pelaku DPO
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan timah masih menjadi tulang punggung ekonomi Bangka Belitung. Bahkan dalam triwulan pertama 2026, ekspor timah Babel dilaporkan tumbuh hingga 47,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tidak hanya berdampak pada ekspor daerah, kenaikan harga timah dunia juga memberikan pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan tambang nasional seperti PT Timah Tbk. Perusahaan tersebut mencatat lonjakan laba signifikan pada kuartal pertama 2026 seiring meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di pasar internasional.
Penguatan harga timah global sendiri dipicu oleh ketatnya pasokan dunia dan meningkatnya kebutuhan industri teknologi modern. Data perdagangan internasional menunjukkan harga timah dunia sempat menembus lebih dari US$55 ribu per ton pada Mei 2026.
Selain itu, pengetatan tata kelola tambang serta pengawasan ekspor ilegal juga disebut menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong kenaikan harga timah global. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas sektor pertambangan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah penghasil timah seperti Bangka Belitung.
Baca: Sambal Kuini Khas Bangka: Sensasi Pedas Asam dengan Aroma Harum yang Bikin Ketagihan
Dengan tren harga yang masih tinggi, sektor ekspor timah diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sepanjang tahun 2026. Namun demikian, para pelaku industri berharap stabilitas harga dapat terus terjaga agar aktivitas produksi dan ekspor berjalan optimal.
















