JokBangka – #Pada #awal #Januari #2026, #ketegangan #mewarnai #upaya #penertiban #tambang timah di #wilayah #Bangka Tengah, Provinsi #Kepulauan Bangka Belitung. Puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) Halilintar yang bertugas menindak aktivitas penambangan timah ilegal nyaris menjadi sasaran amuk oleh ratusan penambang yang marah karena merasa aktivitas mereka diancam. Konflik ini mencerminkan dinamika kompleks antara upaya penegakan hukum terhadap praktik ilegal dan kekhawatiran masyarakat lokal atas keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Baca juga: Pencegahan Virus PPR dan Nipah di Bangka Belitung

Personel Satuan Tugas (Satgas) Halilintar nyaris menjadi sasaran amuk massa ratusan penambang timah di kawasan Sarang Ikan Desa Lubuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa sore, 6 Januari 2026.
Rombongan personel satgas tambang timah berjumlah sekitar 20 orang dengan menggunakan empat kendaraan roda empat mendatangi lokasi penambangan timah Sarang Ikan untuk melakukan penertiban. Anggota satgas meminta para penambang menghentikan aktivitas ilegal mereka dan membongkar seluruh peralatan tambang, namun permintaan tersebut ditolak para penambang. Personel satgas kemudian merusak peralatan tambang yang membuat suasana menjadi sangat tegang.
Ketegangan memuncak ketika emosi para penambang timah meningkat akibat peralatan mereka dirusak. Mereka sempat mengejar rombongan Satgas hingga membuat Satgas harus mundur dari lokasi untuk menghindari bentrokan lebih lanjut. Kepala Desa Lubuk Besar, Superi Jahuda, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan tidak mengetahui banyak soal latar belakang konfliknya.
Baca juga: Pantai Punggur Tuing Tempat Wisata Populer
Kepala Kepolisian Sektor Lubuk Besar, Inspektur Dua Dasa Agustian, turut membenarkan kejadian itu dan menyampaikan bahwa kepolisian sudah turun ke lokasi untuk memastikan situasi kembali kondusif.
















