#JOKBANGKA – Suara #ledakan menggetarkan kawasan Muara #Tengkorak, Kampung #Nelayan, #Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), Minggu (15/2/2026) siang. Dentuman keras disertai kobaran api dan asap membumbung tinggi saat latihan operasi pertahanan pantai yang digelar TNI Angkatan Laut berlangsung.
Tembakan senapan prajurit terdengar bersahut-sahutan di kawasan pesisir. Sebuah drone kamikaze melesat cepat dan menghantam target manekin yang telah disiapkan, sementara desing Multi Launcher Rocket System (MLRS) menghiasi langit pantai.
Baca Juga: PT Timah Dukung Penerapan Harga Pokok Minimum (HPM) Timah untuk Cegah Perang Harga
Di perairan sekitar Muara Tengkorak, sejumah KRI terlihat di sekitaran perairan Muara Tengkorak Sungailiat, Kabupaten Bangka. Beberapa kali, pesawat kemiliteran juga melintasi udara dan langsung menarik pendangan mata dari pejabat yang hadir.
Rentetan aksi yang mengesankan itu membuat takjub masyarakat setempat yang memang sudah datang sejak pagi menyaksikan kegiatan Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) yang digelar oleh TNI AL.
Latsophantai dari TNI AL tersebut dilaksanakan dengan menggunakan berbagai teknologi canggih dan ribuan prajurit di sejumlah titik di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali hadir langsung menyaksikan latihan tersebut.
“Dalam latihan ini, kita melibatkan 9 KRI, 7 pesawat udara dan 1.443 personil gabungan dari unsur laut dan unsur marinir,” kata Laksamana TNI Muhammad Ali.
KEDATANGAN KASAL – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali berserta jajaran dan Gubernur Babel Hidayat Arsani ke kawasan Muara Tengkorak Sungailiat, Bangka, Minggu (15/2/2026) siang. Petinggi TNI AL itu datang menyaksikan langsung Latihan Operasi Pertahanan Pantai. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)
Baca: Penemuan Mayat Terdampar di Pantai Desa Sebagin Bangka Selatan, Kepala Tinggal Tengkorak
Dia menyebut, latihan ini menjadi pembuktian bahwa TNI Angkatan Laut harus mampu melaksanakan operasi pertahanan pantai.
Lanjut dia, latihan operasi pertahanan pantai yang dilaksanakan di Bangka Belitung ini sekaligus untuk upaya mengamankan dan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA), terutama pasir timah dan logam tanah jarang lainnya.
“Saat ini sudah berjalan pengamanan terhadap penyelundupan atau penggagalan terhadap penyelundupan timah sebesar 496 ton,” jelasnya.
Menurut KASAL, ini semua bisa dilaksanakan berkat sinergitas dengan Satgas Tricakti yang terdiri dari tiga matra TNI, darat, laut dan udara.
Kemudian, dibantu juga oleh unsur-unsur angkatan laut dalam mencegah penyelundupan yang selalu dilakukan lewat laut. Selain itu, didarat akan dilakukan penertiban-penertiban dari upaya penyelundupan secara ilegal.
“Diharapkan adanya kegiatan ini dapat mencegah kegiatan penyelundupan-penyeludupan ilegal yang merugikan kekayaan negara,” imbuhnya.
















