JokBangka – #Pengembangan #Pelabuhan #Tanjung #Gudang #Belinyu di #Kabupaten #Bangka, #Provinsi #Kepulauan #Bangka #Belitung (Babel), #menjadi #fokus #strategis percepatan pembangunan infrastruktur laut yang dinilai berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Rencana ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah provinsi, badan usaha pelabuhan nasional, dan pengusaha lokal yang siap mendukung transformasi pelabuhan ini menjadi pelabuhan bertaraf internasional.
Baca juga: Penggelapan Mobil dan Motor di Pangkalpinang Terungkap

Pemerintah Provinsi Babel di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani telah menjalin komunikasi dan kerja sama awal dengan PT CCCC First Harbor Engineering Company Ltd, sebuah perusahaan konstruksi pelabuhan dari China, untuk membangun pelabuhan ekspor bertaraf internasional di wilayah Pantai Tanjung Putat, Belinyu. Kesepakatan awal ini menunjukkan keseriusan investor dalam merealisasikan masterplan pembangunan pelabuhan dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp5,1 triliun. Tahap berikutnya adalah penyelesaian uji prinsip dan penandatanganan perjanjian kerja sama yang direncanakan berlangsung di Beijing.
Baca juga: Petani Babar Beralih ke Kelapa Sawit Meski Harga Lada Tinggi: Penyebab, Dampak, dan Solusi
Rencana pengembangan ini mencakup pengoperasian fasilitas pelabuhan kontainer modern, area logistik, serta peningkatan kapasitas bongkar muat komoditas ekspor dan impor. Dengan letak geografis Pulau Bangka yang strategis dekat dengan jalur pelayaran internasional, proyek ini diharapkan menjadi pintu gerbang perdagangan global dan meningkatkan posisi Babel dalam jaringan logistik nasional.
Selain keterlibatan investor asing dan pemerintah, pengusaha lokal juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjadikan Belinyu sebagai pelabuhan internasional. Mereka bersiap menyiapkan lahan dan fasilitas gudang untuk mendukung aktivitas komersial dan logistik, sekaligus mendukung percepatan operasional pelabuhan. Dukungan tersebut dinilai penting karena pelabuhan modern memerlukan jaringan pemasok, gudang, dan fasilitas pendukung yang kuat dari unsur usaha lokal.
Pengembangan pelabuhan ini juga dipandang sebagai sarana penting untuk membuka peluang kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Proyeksi penyerapan tenaga kerja baik pada tahap konstruksi maupun operasional menjadi salah satu alasan kuat di balik dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan integrasi antara kebijakan pemerintah, investasi BUMN pelabuhan melalui Pelindo, serta dukungan pengusaha lokal, pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu diproyeksikan dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sekaligus pintu masuk utama aktivitas ekspor-impor kawasan Indonesia bagian barat.
















