Jokbangka – #Jembatan #Emas #Bangka #adalah #salah #satu #struktur #ikonik di #Pulau #Bangka, #Provinsi #Kepulauan Bangka Belitung yang bukan hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang menarik ribuan pengunjung setiap tahun. Terletak strategis di atas muara Sungai Baturusa, jembatan ini menghubungkan kawasan Ketapang, Kota Pangkalpinang dengan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka dan mudah diakses dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
Baca juga: Pengembangan Kawasan Tanjungpendam Belitung: Estetik, Representatif & Dongkrak Pariwisata 2026

📌 Asal Usul Nama “Jembatan Emas”
Banyak traveler yang penasaran dengan nama “Jembatan Emas” dan membayangkan struktur berlapis emas atau terkait nilai logam mulia. Namun, nama ini sebenarnya merupakan singkatan dari nama dua tokoh penting: Eko Maulana Ali dan Syamsudin Basari, yang ikut berperan dalam pembangunan infrastruktur di provinsi ini ketika menjabat sebagai Gubernur Bangka Belitung. Karena itu, nama “Emas” bukan merujuk pada material fisik jembatan.
Selain dikenal sebagai Jembatan Emas, jembatan ini juga sering disebut Jembatan Baturusa II karena lokasinya berada di atas aliran utama Sungai Baturusa.
🛠️ Konsep Teknologi: Bascule Bridge dengan Cable Stayed
Jembatan Emas Bangka menggunakan teknologi bascule bridge, yaitu jenis jembatan yang memiliki bagian tengah yang bisa diangkat dan diturunkan, mirip sistem jungkat-jungkit, sehingga kapal besar dapat melintas di bawahnya. Mekanisme ini bekerja menggunakan sistem hidrolik dan elektrikal terkontrol, dikombinasikan dengan struktur cable stayed yang memperkuat stabilitas jembatan.
Penggunaan teknologi ini tergolong unik di Indonesia karena desainnya yang kompleks, biaya konstruksi tinggi, serta kebutuhan perawatan teknis yang intensif.
🧱 Sejarah Pembangunan dan Fungsi
Pembangunan Jembatan Emas dimulai pada awal tahun 2010, dan secara resmi dibuka untuk umum pada tahun 2017 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Bangka Belitung. Dengan panjang sekitar 784 meter dan lebar hingga 23 meter, jembatan ini menjadi salah satu infrastruktur paling mencuri perhatian di provinsi ini.
Selain sebagai jalur transportasi, pemandangan dari atas jembatan—terutama saat matahari terbit dan terbenam—menjadi momen favorit bagi wisatawan dan fotografer.
⚠️ Kondisi Operasional Terkini
Mulai April 2025, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghentikan sistem buka-tutup bascule di Jembatan Emas karena beberapa alasan teknis dan keselamatan. Sistem hidrolik yang sudah tua, tingginya biaya operasional mencapai miliaran rupiah per tahun, serta sulitnya pengadaan suku cadang membuat jembatan tidak lagi berfungsi sebagai jalur lalu lintas kendaraan secara penuh.
Baca juga: 10 Wisata Pantai Terindah di Pulau Bangka
Meskipun demikian, struktur jembatan tetap utuh dan ramai dikunjungi wisatawan. Banyak pengunjung datang untuk berfoto, menikmati panorama sungai dan laut, serta menyaksikan desain tekniknya yang unik.















