JokBangka – #Pangkalpinang – #Institut #Pertanian #Bogor (IPB) #University #menilai #Provinsi #Kepulauan Bangka Belitung (#Babel) #memiliki potensi besar menjadi model blue green island di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Luky Adrianto, Guru Besar IPB University, dalam workshop penyusunan dokumen Transboundary Diagnostic Analysis (TDA) dan Strategic Action Programme (SAP) pengelolaan habitat pesisir, laut, sumber daya perikanan, dan pengendalian pencemaran laut di Pangkalpinang, Selasa (13/1/2026).
baca juga: Strategi Bangka Tengah Kembangkan Kepiting Bakau Bernilai Ekonomis

Menurut Prof. Luky, Babel dapat dijadikan contoh pengembangan pulau hijau dan biru karena kemampuan wilayah kepulauan ini menggabungkan strategi pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam konteks diplomasi lingkungan, pendekatan blue green island memadukan konservasi laut, ekowisata hijau (green tourism), serta pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Baca juga: Pemkab Bangka Selatan Salurkan Bantuan Modal dan Peralatan ke 70 UMKM, Dorong Usaha Mikro Naik Kelas
Konsep blue green island ini sejalan dengan upaya pembangunan ekonomi berbasis ekonomi biru (blue economy) dan green tourism yang tengah digalakkan di Babel. Pendirian zona konservasi laut dan pengelolaan ekosistem pesisir yang sehat menjadi prioritas untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta melestarikan keanekaragaman hayati laut.
Prof. Luky menambahkan bahwa pulau-pulau kecil di Babel, seperti Pulau Belitung dan Pulau Bangka, memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi ekowisata hijau yang menarik wisatawan domestik maupun internasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam menerapkan strategi pembangunan berkelanjutan berbasis sains dan teknologi.
Kesuksesan Bangka Belitung dalam mengadopsi konsep blue green island juga akan menjadi inspirasi bagi daerah kepulauan lain di Indonesia yang memiliki tantangan serupa, seperti tekanan pembangunan terhadap lingkungan, perubahan iklim, dan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan.
Baca juga: Banjir Parah di Lubuk Besar Bangka Tengah, Puluhan Rumah Terendam Air
Dengan integrasi prinsip blue economy dan green tourism, Babel diharapkan tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi laut dan wisata ramah lingkungan, tetapi juga menjadi contoh model pembangunan berkelanjutan yang bisa direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
















