JokBangka – #Pemerintah #Kabupaten #Bangka Tengah, #Provinsi #Kepulauan #Bangka Belitung, #semakin #gencar #mengembangkan #budidaya #kepiting #bakau #bernilai #ekonomis sebagai sumber penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Upaya ini dilakukan melalui pembenihan mandiri yang dikembangkan di Desa Guntung, sehingga potensi komoditas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pembudi daya lokal tanpa tergantung pada pemasokan bibit dari luar daerah.
Baca juga: Pemkab Bangka Selatan Salurkan Bantuan Modal dan Peralatan ke 70 UMKM, Dorong Usaha Mikro Naik Kelas

Peluang dan Tantangan dalam Pembenihan Kepiting Bakau
Selama ini, para pembudi daya kepiting bakau menghadapi tantangan besar karena ketergantungan bibit dari luar daerah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Bangka Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah membangun fasilitas balai pembenihan kepiting bakau di kawasan pesisir Desa Guntung, yang diharapkan menjadi pionir penyedia bibit berkualitas.
Menurut Kepala Bidang Budidaya Dinas terkait, kegiatan pembenihan ini tidak hanya menjadi solusi untuk mencukupi kebutuhan benih, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan pelatihan bagi kelompok masyarakat yang tertarik menekuni budidaya kepiting bakau. Dengan demikian, keterampilan teknis seperti seleksi benih, pemeliharaan larva, dan manajemen kolam semakin berkembang secara berkelanjutan di tingkat lokal.
Baca juga: Banjir Parah di Lubuk Besar Bangka Tengah, Puluhan Rumah Terendam Air
Nilai Ekonomis Kepiting Bakau bagi Komunitas Pesisir
Komoditas kepiting bakau memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena permintaan pasar yang relatif stabil dan harga jual yang cenderung menguntungkan. Dengan kemampuan membenahi sendiri, pembudi daya lokal kini berpeluang memperoleh pendapatan lebih besar serta meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga pesisir.
Selain itu, strategi budidaya kepiting bakau telah membentuk percontohan budi daya dengan sistem “crab box” yang lebih efektif dan efisien. Sistem ini memudahkan kontrol pertumbuhan kepiting, mencegah kanibalisme di antara individu, serta menekan biaya produksi sehingga dapat meningkatkan margin keuntungan bagi pembudi daya.
Optimalisasi Sumber Daya Pesisir & Ekowisata
Potensi pesisir Bangka Tengah sangat mendukung pengembangan komoditas air payau seperti kepiting bakau. Dengan garis pantai sepanjang hampir 196 kilometer dan kualitas air yang baik, Budidaya dapat dikembangkan luas di wilayah ini. Pemerintah daerah juga menargetkan Bangka Tengah menjadi sentra produksi kepiting bakau yang berkelanjutan dan memberi dampak sosial ekonomi signifikan.
Tak hanya sebagai usaha budidaya, pengembangan kepiting bakau dan ekosistem mangrove di sekitar pembenihan juga membuka potensi ekowisata berbasis pendidikan lingkungan. Kegiatan ini menarik wisatawan yang tertarik dengan proses pembenihan dan pelestarian mangrove, sehingga membuka jalur pendapatan baru bagi masyarakat lokal.
Kolaborasi, Pendampingan Teknis, dan Keberlanjutan
Kesuksesan pengembangan budidaya ini tak lepas dari peran aktif pemerintah daerah yang memberikan pendampingan teknis kepada pembudi daya. Dengan dukungan tersebut, pembudi daya memahami standar operasional budidaya hingga pemasaran hasil panen. Dukungan ini penting untuk keberlanjutan industri kepiting bakau, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang menjadi habitat utama Scylla spp.
Baca juga: Merayakan Hari Jadi Daerah dengan Puisi: Pesta Seni, Budaya, dan Kebanggaan Lokal
Keberlanjutan produksi kepiting bakau juga menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi pasca penurunan sektor pertambangan dan perikanan lainnya, sekaligus menumbuhkan perekonomian berbasis blue economy yang ramah lingkungan dan berdaya guna tinggi
















