JokBangka – #Bangka Barat – #Pemerintah #Kabupaten #Bangka #Barat, #Provinsi #Kepulauan #Bangka Belitung, #membangun #Tugu Perang Ketupat di kawasan Pantai Pasirkuning, Kecamatan Tempilang. Pembangunan tugu ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya tarik wisata budaya sekaligus melestarikan tradisi lokal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Baca juga; Dua Bangunan di Bangka Barat Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional 2025

Peletakan batu pertama pembangunan tugu dilakukan pada Minggu dan dihadiri oleh Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman. Ia menyampaikan bahwa pembangunan Tugu Perang Ketupat tidak hanya bertujuan memperindah kawasan wisata pantai, tetapi juga sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Pembangunan Tugu Perang Ketupat di Pantai Pasirkuning Tempilang ini selain untuk pelestarian budaya lokal, juga diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke kawasan ini,” ujar Yus Derahman.
Menurutnya, tugu tersebut akan menjadi ikon budaya khas Tempilang serta penanda identitas daerah yang berbasis kearifan lokal. Kehadiran tugu di kawasan wisata pantai diyakini mampu mengintegrasikan nilai budaya dengan potensi pariwisata yang dimiliki Bangka Barat.
Baca juga: Polres Bangka Barat Imbau Orang Tua Waspada Modus Penculikan Anak
Makna Tradisi Perang Ketupat
Tradisi Perang Ketupat merupakan ritual adat masyarakat Tempilang yang rutin digelar menjelang bulan suci Ramadhan. Ritual ini dilakukan dengan saling melempar ketupat sebagai simbol tolak bala, ungkapan rasa syukur, serta permohonan keselamatan sebelum memasuki bulan puasa.
Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ritual adat, doa bersama, hingga pergelaran seni dan budaya tradisional. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan dan solidaritas sosial warga.
“Pembangunan tugu ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol penghormatan terhadap nilai budaya dan identitas masyarakat Tempilang yang harus dijaga bersama,” tambah Yus.
Sambutan Positif Masyarakat
Pembangunan Tugu Perang Ketupat mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Herman, salah satu warga Tempilang, mengaku bangga karena tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun kini mendapatkan perhatian dan penghargaan lebih.
“Perang ketupat sudah ada sejak zaman dahulu. Dengan adanya tugu ini, tradisi kami semakin dikenal dan dihargai oleh masyarakat luar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sulaiman, warga lainnya, yang berharap keberadaan tugu dapat menjadi magnet baru wisata budaya.
“Semoga Tempilang semakin ramai dikunjungi wisatawan, tradisi tetap lestari, dan ekonomi masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Baca juga; 9 Remaja Toboali Diamankan Polisi, Tawuran Antargeng Terungkap
Dengan pembangunan Tugu Perang Ketupat, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap dapat menjadikan Pantai Pasirkuning Tempilang sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang memadukan keindahan alam, nilai sejarah, dan kearifan lokal.
















