Jokbangka – #Peristiwa #tragis #kembali #terjadi di #kawasan #tambang #timah #rakyat di #Kabupaten #Bangka Selatan, #Provinsi #Bangka Belitung. Longsor yang terjadi di sebuah lubang tambang timah di Dusun Airbanten 2, Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Jumat sore 22 Mei 2026, menyebabkan seorang penambang meninggal dunia setelah tertimbun material tanah.
Baca: Trauma Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Pernah Buang Hasil Panen Kini Pasrah Dijual Rp1.750 per Kg

Kejadian nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB saat sejumlah warga tengah melakukan aktivitas mencari batu terak timah di lokasi tambang yang cukup dalam. Tanpa diduga, dinding tanah di sekitar lubang tambang tiba-tiba longsor dan menimpa para pekerja yang berada di bawah.
Korban diketahui bernama Hamit Kardin (69), warga setempat yang saat itu sedang bekerja bersama beberapa penambang lain, termasuk cucunya sendiri yang masih berusia 15 tahun. Dalam insiden tersebut, sang cucu berhasil selamat meski sempat tertimbun sebagian material longsor. Namun korban tertimbun sepenuhnya di bawah timbunan tanah.
Menurut keterangan warga di lokasi, proses penyelamatan berlangsung dramatis. Warga dan pekerja tambang sempat melakukan pencarian manual, namun tebalnya material longsor membuat evakuasi sulit dilakukan. Akhirnya proses pencarian dibantu menggunakan alat berat excavator untuk mempercepat evakuasi korban.
Baca: DPRD Babel Ancam Tak Rekomendasikan Perpanjangan HGU PT GML, Warga 8 Desa Tuntut Hak Plasma dan CSR
Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah ponton tambang sekitar pukul 16.45 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh keluarga.
Kepala Desa Pasir Putih, Iin Sandra, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tambang tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak desa menerima laporan terkait longsor yang terjadi di wilayah Airbanten 2.
Aktivitas Tambang Timah Rakyat Masih Berisiko Tinggi
Peristiwa longsor tambang timah di Bangka Belitung bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan serupa berulang kali memakan korban jiwa akibat kondisi tambang yang rawan longsor dan minim standar keselamatan kerja.
Aktivitas tambang rakyat yang dilakukan di lubang-lubang bekas galian sering kali memiliki struktur tanah labil, terutama saat cuaca berubah atau tanah mengalami pergeseran. Risiko semakin tinggi ketika para penambang bekerja di area yang dalam tanpa perlindungan memadai.
Sejumlah pihak berharap tragedi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan aparat terkait agar pengawasan aktivitas pertambangan rakyat dapat diperketat demi mengurangi risiko kecelakaan kerja yang terus berulang.
Warga Diminta Waspada Saat Beraktivitas di Area Tambang
Masyarakat di sekitar lokasi tambang juga diimbau lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas penambangan tradisional. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama mengingat kondisi tanah di area tambang timah sangat mudah mengalami longsor sewaktu-waktu.
Tragedi meninggalnya Hamit Kardin menjadi pengingat bahwa aktivitas mencari nafkah di sektor tambang memiliki risiko besar, terutama bila dilakukan tanpa perlindungan dan pengamanan yang memadai.
















