Jokbangka – #Jumlah #penduduk #yang #bekerja di #Provinsi #Bangka Belitung #mengalami #peningkatan #pada #Februari #2026. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kenaikan tenaga kerja sekaligus perbaikan pada sektor pekerjaan formal di daerah tersebut. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pemulihan dunia kerja di Negeri Serumpun Sebalai.
Baca: Waspada Penyebaran Hantavirus 2026: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Upaya Pencegahannya

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Bangka Belitung pada Februari 2026 mencapai 815,95 ribu orang. Angka tersebut naik sekitar 19,75 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 782,11 ribu orang atau bertambah sekitar 19,13 ribu orang dibanding Februari 2025.
Kepala BPS Bangka Belitung, Sugeng Ariyanto, menjelaskan bahwa peningkatan tenaga kerja formal menjadi salah satu perkembangan penting pada tahun ini. Jumlah pekerja formal tercatat mencapai 390,77 ribu orang atau sekitar 49,96 persen dari total pekerja. Jumlah ini meningkat dibanding Februari 2025 yang berada di angka 362,06 ribu orang.
Meski demikian, pekerja informal masih mendominasi tipis di Bangka Belitung dengan jumlah 391,35 ribu orang atau 50,04 persen dari total pekerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor informal masih menjadi penopang utama lapangan pekerjaan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan sektor usaha kecil.
Baca: Panen Udang Vaname Bangka Tengah Dongkrak PAD dan Dukung Program MBG 2026
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat sebagai lapangan usaha terbesar yang menyerap tenaga kerja di Bangka Belitung. Persentasenya mencapai 27,46 persen dari total pekerja. Setelah itu disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,51 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 13,50 persen.
Dominasi sektor pertanian menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Bangka Belitung masih sangat bergantung pada sektor primer. Selain pertanian, sektor perikanan dan kehutanan juga menjadi sumber penghasilan utama masyarakat di berbagai kabupaten dan wilayah pesisir. Hal ini sekaligus memperlihatkan pentingnya dukungan pemerintah terhadap modernisasi pertanian dan peningkatan kualitas tenaga kerja di daerah.
Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk Bangka Belitung bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai dengan persentase mencapai 43,65 persen. Sementara pekerja yang berstatus berusaha sendiri mencapai 23,45 persen. Kemudian diikuti pekerja yang berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 10,61 persen, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar sebesar 8,88 persen.
Jika dibandingkan Februari 2025, jumlah pekerja yang berstatus karyawan atau pegawai mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni bertambah sekitar 22,46 ribu orang. Sebaliknya, jumlah pekerja yang berusaha sendiri mengalami penurunan sekitar 7,53 ribu orang. Kondisi ini mengindikasikan semakin banyak masyarakat yang beralih ke pekerjaan dengan penghasilan tetap dan lebih stabil.
Selain peningkatan jumlah pekerja, jumlah penduduk usia kerja di Bangka Belitung juga terus mengalami pertumbuhan. Pada 2026, jumlah penduduk usia kerja tercatat mencapai lebih dari 1,19 juta orang. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk terus menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca: Viral! Para Juara Turnamen Badminton GOR Cup 1 Belinyu Dapat Apresiasi Khusus dari PBSI
Pengamat ekonomi menilai pertumbuhan sektor tenaga kerja di Bangka Belitung perlu diimbangi dengan peningkatan investasi dan penguatan industri hilir. Pasalnya, ketergantungan terhadap sektor pertanian dan pertambangan membuat kondisi ketenagakerjaan cukup rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global. Karena itu, pengembangan sektor UMKM, industri kreatif, serta digitalisasi usaha dinilai penting untuk memperluas peluang kerja baru di masa depan.
Peningkatan jumlah tenaga kerja formal juga menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah. Dengan semakin banyak masyarakat bekerja di sektor formal, maka perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, dan kepastian pendapatan masyarakat diharapkan ikut meningkat. Kondisi tersebut diyakini mampu mendukung daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sepanjang 2026.
















