Jokbangka – #Pemerintah #Kabupaten #Bangka Tengah #terus #menunjukkan #komitmennya #dalam #mengembangkan #sektor perikanan #budidaya sebagai sumber ekonomi baru daerah. Melalui panen perdana udang vaname hasil budidaya Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya di Desa Guntung, pemerintah optimistis mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca: Viral! Para Juara Turnamen Badminton GOR Cup 1 Belinyu Dapat Apresiasi Khusus dari PBSI
Panen udang vaname yang digelar pada Mei 2026 tersebut menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan potensi perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahun. Pemerintah daerah juga menilai budidaya udang vaname mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi, menjelaskan bahwa program budidaya udang vaname tersebut disinkronisasikan dengan konsep “PAD kreatif”, yaitu strategi pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi sektor perikanan menjadi sumber pemasukan baru bagi daerah.
Menurutnya, seluruh hasil panen perdana sebanyak 350 kilogram udang vaname langsung terserap pasar. Selain dimanfaatkan untuk mendukung program MBG, hasil panen juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang bergerak pada sektor pengolahan hasil perikanan.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengatakan budidaya udang vaname menjadi bukti bahwa sektor perikanan dapat menghasilkan nilai ekonomi besar apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa dari hal kecil seperti ini bisa menghasilkan uang, namun bantuan pemerintah harus berkelanjutan,” ujarnya saat menghadiri panen perdana di Instalasi Guntung.
Dalam pengembangannya, UPTD Perikanan Budidaya menggunakan teknologi kolam bioflok bundar yang dinilai lebih efisien dan mampu meningkatkan produktivitas budidaya udang vaname. Dari panen perdana tersebut, harga jual udang mencapai sekitar Rp65 ribu per kilogram sehingga dinilai cukup menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya.
Tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga mulai menerapkan sistem transaksi digital menggunakan QRIS bagi masyarakat yang membeli udang secara eceran. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital di sektor perikanan sekaligus meningkatkan efisiensi layanan transaksi masyarakat.
Penerapan pembayaran non-tunai tersebut diharapkan mampu memperluas penggunaan transaksi digital di lingkungan masyarakat serta mendukung program digitalisasi layanan pemerintah daerah pada sektor perdagangan dan perikanan budidaya.
Untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis, UPTD Perikanan Budidaya juga melakukan kerja sama dengan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Padang Mulia. Melalui kerja sama tersebut, hasil panen pembudidaya lokal dipastikan terserap guna memenuhi kebutuhan protein hewani bagi ribuan penerima manfaat program MBG.
Perwakilan Yayasan Ikrar Jaya Bersama selaku pengelola SPPG Padang Mulia, Dian Novita, mengatakan pihaknya membeli sekitar 200 kilogram udang hasil panen untuk diolah menjadi menu bergizi bagi 3.150 penerima manfaat program MBG.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pasokan udang diperoleh dari luar daerah, namun kini mulai memanfaatkan hasil budidaya lokal Bangka Tengah guna mendukung peningkatan PAD dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah daerah juga berencana memperluas pengembangan budidaya udang vaname dengan melibatkan kelompok pembudidaya ikan di sejumlah kecamatan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.
Dengan potensi pasar yang terus berkembang, sektor budidaya udang vaname dinilai mampu menjadi salah satu sektor unggulan yang menopang ekonomi daerah Bangka Tengah dalam jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci agar program budidaya ini terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
















