JokBangka – #Pada #dini #hari #Minggu (8/2/2026), #sebuah #perkelahian #antarwarga di #wilayah #Kecamatan #Belinyu, #Kabupaten #Bangka, Provinsi #Bangka Belitung, berujung tragis setelah satu orang dinyatakan tewas akibat luka yang dideritanya dalam keributan tersebut. Insiden ini menggemparkan warga dan menjadi perhatian aparat kepolisian setempat untuk segera melakukan penyelidikan.
Baca juga: Mayat Mengapung di Perairan Mentok Bangka Barat

Peristiwa bermula sekitar pukul 00.30 WIB ketika sekelompok pemuda terlibat cekcok yang kemudian meningkat menjadi perkelahian fisik. Dalam kejadian itu, seorang pria yang diketahui berasal dari luar wilayah setempat, berinisial T (32), dikabarkan menjadi korban tewas setelah terkena sabetan senjata tajam saat keributan terjadi. Kejadian ini dilaporkan terjadi saat korban bersama beberapa rekannya mendatangi lokasi keributan.
Polres Bangka segera merespons kejadian tersebut dan menetapkan satu orang tersangka berinisial AL alias Aldo (20 tahun) dalam perkara ini. AL diduga terlibat langsung dalam perkelahian yang menyebabkan satu orang kehilangan nyawa. Penetapan status tersangka dilakukan setelah polisi memperoleh cukup bukti dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan.
Baca juga: Strategi Patroli Polisi di Pangkalpinang untuk Antisipasi Peredaran & Penyalahgunaan Narkoba
Motif dan Penanganan Kasus
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih jauh motif perkelahian yang mengakibatkan korban salah sasaran itu. Belum ada keterangan resmi dari Polres Bangka mengenai apa yang memicu cekcok hingga berujung maut tersebut, namun proses hukum terhadap tersangka terus berjalan.
Dalam kasus seperti ini, korban yang menjadi sasaran sering kali tidak terkait langsung dengan pemicu konflik tersebut — sebuah fenomena yang dikenal sebagai korban salah sasaran dalam insiden keributan massa. Hal ini menunjukkan pentingnya tindakan cepat aparat penegak hukum untuk mencegah eskalasi lebih jauh dalam konflik horizontal di masyarakat.
Dampak Sosial dan Keamanan
Insiden perkelahian berujung maut di Belinyu ini menjadi peringatan bagi warga tentang dampak buruk konflik fisik yang tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga korban jiwa dan masalah hukum bagi terlibatnya pelaku. Kepolisian menekankan pentingnya menyelesaikan konflik secara damai dan melibatkan aparat bila situasi mulai tidak terkendali.
Selain itu, kejadian ini mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menjauhi hal-hal yang dapat memicu keributan, terutama jika melibatkan senjata tajam atau massa yang besar.
Baca juga: Pemkab Bangka Barat Fasilitasi Festival Perang Ketupat sebagai Tradisi Adat Menyambut Ramadhan
Perkelahian maut di Belinyu ini menjadi catatan penting dalam dinamika sosial di Kabupaten Bangka, khususnya dalam konteks penanganan konflik dan penegakan hukum. Penetapan tersangka oleh aparat menunjukkan keseriusan penegak hukum dalam proses peradilan, sementara masyarakat diharapkan dapat belajar dari tragedi ini agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
















