JokBangka – #Pada #Desember 2025, #Kota #Pangkalpinang mencatat angka inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 2,58 persen, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang. Pemaparan data dilakukan oleh Kepala BPS, Dewi Savitri, saat jumpa pers yang diadakan di ruang pertemuan BPS pada awal Januari 2026.
📌 Inflasi tersebut menunjukkan tren kenaikan harga barang dan jasa yang memengaruhi biaya hidup masyarakat, terutama pada kelompok kebutuhan pokok yang menjadi bagian terbesar dari pengeluaran rumah tangga.

📈 Komoditas Penyumbang Inflasi Pangkalpinang
Menurut BPS, beberapa komoditas dominan yang menyebabkan inflasi di Pangkalpinang mencakup:
✅ Daging ayam ras
✅ Cabai merah & cabai rawit
✅ Bawang merah
✅ Sayuran seperti bayam dan kangkung
✅ Pangan lain seperti beras dan ikan tenggiri
(Komoditas-komoditas ini memberikan peningkatan indeks harga konsumen yang signifikan).
Baca juga: Bangka Tengah Intensifkan Pencegahan Narkoba di Tiga Desa Rawan
Kenaikan harga komoditas tersebut secara langsung mengerek laju inflasi tahunan karena masuk dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang memang merupakan salah satu pengeluaran terbesar keluarga Indonesia setiap bulan.
📉 Dampak Inflasi terhadap Kehidupan Sehari-hari
📍 Konsumsi masyarakat menjadi lebih mahal, terutama untuk kebutuhan dasar seperti:
- Menu dapur sehari-hari (ayam, cabai, bawang)
- Biaya makan di luar rumah yang menyesuaikan kenaikan harga bahan
- Belanja pasar rumah tangga yang makin tinggi
Kenaikan harga tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga pada strategi pengendalian ekonomi di tingkat pemerintahan daerah.
🛠️ Upaya Pemerintah Mengendalikan Inflasi
Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) dan BPS bekerja sama dengan OPD terkait untuk:
🔹 Mengendalikan distribusi bahan pokok
🔹 Memastikan pasokan barang tetap stabil
🔹 Menjalankan gerakan pangan murah agar harga tetap terjangkau
🔹 Memantau stok pangan strategis secara berkala
Misalnya, gerakan ini dilakukan dengan prinsip 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif agar lonjakan harga dapat diantisipasi sedini mungkin.
📆 Tren Inflasi di Pangkalpinang 2025
Data BPS menunjukkan bahwa Pangkalpinang mengalami fluktuasi inflasi sepanjang 2025:
- Mei 2025: inflasi year-on-year sekitar 1,14%
- Juli 2025: 1,71%
- Agustus 2025: 1,32%
Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun inflasi relatif rendah dibandingkan kota besar lainnya, kenaikan harga komoditas penting tetap dirasakan masyarakat dan menjadi fokus pengendalian pemerintah daerah.
🏁 Kesimpulan: Inflasi Pangkalpinang & Tantangan Ke Depan
✨ Inflasi di Pangkalpinang pada Desember 2025 mencapai 2,58%, dipengaruhi oleh kenaikan harga makanan pokok seperti ayam dan cabai yang memiliki andil signifikan terhadap indeks harga konsumen.
Baca juga: 10 Wisata Pantai Terindah di Pulau Bangka
🎯 Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pengendalian harga dengan strategi pasar murah dan monitoring pasokan serta bekerja sama dengan berbagai pihak agar stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.
















