JokBangka – #PT #Timah Tbk #mulai #melakukan #pengerukan #alur #pelayanan #kapal #nelayan di Muara Air Kantung, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi pendangkalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menjelaskan bahwa program pengerukan ini merupakan dukungan perusahaan terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat. Pendangkalan muara membuat kapal nelayan sulit keluar masuk, terutama pada saat air surut, sehingga menimbulkan kerugian dan penurunan pendapatan.
Baca juga: Polda Bangka Belitung Bongkar Gudang Penimbunan 42 Ton BBM Bersubsidi Ilegal di Bangka
Menurut Anggi, pengerukan Alur Muara Air Kantung menjadi langkah penting untuk memastikan kelancaran transportasi laut masyarakat pesisir Sungailiat. “Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir,” ujarnya.
Pendangkalan Muara Menghambat Ratusan Kapal Nelayan

Pendangkalan di Muara Air Kantung telah terjadi sejak tahun 2011. Setiap kali air laut surut, ratusan kapal nelayan terpaksa menunggu pasang untuk dapat keluar masuk muara. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga berdampak pada kerusakan ikan, meningkatnya biaya operasional, hingga kerusakan kapal.
Salah seorang nelayan Sungailiat, Sudirman, mengungkapkan bahwa para nelayan sudah lama menyuarakan keluhan ini. Menurutnya, kondisi pendangkalan yang semakin parah membuat kapal sulit sandar. “Kapal saya hanya 6 gross ton, tapi tetap susah keluar masuk. Bahkan pernah dua hari kapal saya tertahan,” ujarnya.
Karena kesulitan akses, Sudirman terkadang harus menyewa speedboat untuk membawa hasil tangkapan ke darat, dengan biaya tambahan sekitar Rp50.000 sekali perjalanan, belum termasuk biaya tambahan es untuk menjaga kualitas ikan. Kondisi ini tentu membebani ekonomi para nelayan.
Dampak Pendangkalan terhadap Perekonomian Lokal

Kepala Lingkungan Air Kantung, Edo Meirdianno, menjelaskan bahwa pendangkalan dan penyempitan muara disebabkan oleh faktor alam, seperti pasang surut serta gelombang tinggi. Material dari laut terbawa arus dan menumpuk di area muara, menutup alur pelayaran.
Edo menyebutkan, lebih dari seribu nelayan dan pekerja sektor kelautan memanfaatkan muara ini setiap hari. Pendangkalan yang terus terjadi menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar:
- Kapal sulit keluar masuk
- Ikan hasil tangkapan membusuk karena terlambat dibawa ke darat
- Kapal berisiko pecah atau terbalik
- Pendapatan nelayan menurun
- Masyarakat terpaksa beralih ke jalur lain seperti Pangkal Balam
- Pendapatan lokal dari parkir kapal ikut menurun
Menurut Edo, keberadaan muara yang berfungsi optimal sangat penting bagi keberlanjutan ekonomi pesisir di Sungailiat.
PT Timah Tbk Merespons Cepat untuk Membantu Nelayan

Edo mengapresiasi langkah cepat PT Timah Tbk yang merespons permintaan masyarakat. Pengerukan dilakukan menggunakan alat berat sebagai solusi jangka pendek agar akses muara dapat digunakan kembali oleh nelayan.
“PT Timah Tbk sudah melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Mereka bergerak cepat dan merespons keluhan kami. Meski pengerukan menggunakan PC bukan solusi utama, tetapi ini sangat membantu,” kata Edo.
Pengerukan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju solusi jangka panjang, sehingga muara tetap terbuka dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terganggu.
Baca juga; Babel Gencarkan Program Petani Milenial Lada Putih untuk Percepat Hilirisasi Perkebunan Nasional
Upaya Pengerukan Sangat Vital bagi Nelayan Air Kantung
Kegiatan pengerukan yang dilakukan PT Timah Tbk di Muara Air Kantung menjadi langkah penting untuk mengembalikan akses pelayaran yang selama bertahun-tahun terkendala pendangkalan. Upaya ini tidak hanya membantu nelayan kembali beraktivitas normal, tetapi juga mendukung roda perekonomian masyarakat pesisir di Sungailiat dan sekitarnya.
Dengan dukungan perusahaan dan harapan adanya solusi permanen ke depan, masyarakat berharap alur muara dapat kembali berfungsi dengan optimal dan mendorong kesejahteraan nelayan Kabupaten Bangka.
















