Jokbangka – #Pemerintah #Provinsi #Kepulauan #Bangka #Belitung (#Pemprov Babel) #resmi #menetapkan #harga #tandan #buah #segar (TBS) kelapa sawit terbaru yang mencapai Rp3.783 per kilogram. Penetapan ini menjadi kabar positif bagi para petani sawit karena menunjukkan tren kenaikan harga di awal tahun 2026.
Baca juga: 8 Tahanan Polres Bangka Kabur Gergaji Teralis Sel, 1 Menyerahkan Diri dan 7 Masih Diburu Polisi

Kenaikan harga TBS ini tidak lepas dari pengaruh harga crude palm oil (CPO) global yang cenderung menguat dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, faktor indeks K dan permintaan pasar juga turut memengaruhi penetapan harga di tingkat daerah.
Berdasarkan data terkini, harga TBS sawit di Bangka Belitung sebelumnya berada di kisaran Rp3.465 hingga Rp3.543 per kilogram pada periode Februari hingga Maret 2026.
Dengan penetapan terbaru mencapai Rp3.783/kg, harga ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan: Gubernur Babel Dorong Gerakan Nanam Cabai Rakyat 2026
Dampak Kenaikan Harga TBS bagi Petani
Kenaikan harga ini memberikan dampak signifikan bagi petani sawit, khususnya petani mandiri. Pendapatan mereka diperkirakan meningkat seiring naiknya harga jual hasil panen.
Sebelumnya, harga TBS di tingkat petani sempat berada di kisaran Rp2.800 hingga Rp3.160 per kilogram pada awal tahun 2026.
Namun secara bertahap, harga terus mengalami kenaikan sejalan dengan perbaikan pasar komoditas sawit.
Faktor Penentu Harga Sawit
Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga TBS sawit di Bangka Belitung antara lain:
- Harga CPO internasional
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar
- Indeks K (rendemen pabrik)
- Biaya distribusi dan logistik
- Permintaan ekspor minyak sawit
Data menunjukkan harga CPO nasional sempat berada di kisaran Rp14.000 per kilogram, yang turut mendorong kenaikan harga TBS di tingkat petani.
Tren Harga Sawit 2026
Sepanjang 2026, harga TBS sawit menunjukkan tren yang cukup stabil dengan kecenderungan meningkat. Rata-rata harga nasional berada di kisaran Rp3.200 hingga Rp3.500 per kilogram, sementara beberapa daerah termasuk Bangka Belitung mampu menembus harga lebih tinggi.
Kondisi ini memberikan optimisme bagi sektor perkebunan sawit, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Harapan ke Depan
Pemprov Babel diharapkan terus menjaga stabilitas harga serta meningkatkan transparansi penetapan harga TBS. Selain itu, penguatan kelembagaan petani dan akses pasar juga menjadi kunci agar petani dapat menikmati harga yang lebih kompetitif.
Dengan harga yang terus membaik, sektor sawit diprediksi tetap menjadi tulang punggung ekonomi di Bangka Belitung sepanjang tahun 2026.
















