JokBangka – #Aktivitas #tambang #timah #ilegal #kembali #menjadi #sorotan di #wilayah #perairan #Sukadamai, #Kabupaten #Bangka #Selatan. Puluhan Tambang Inkonvensional (TI) jenis kapal selam dilaporkan mengepung kapal isap produksi (KIP) milik mitra PT Timah, sehingga mengganggu operasional dan menimbulkan potensi bahaya serius.
Baca juga: Wisata Pantai Timur Bangka Jadi Favorit Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan Naik hingga 200 Persen
Berdasarkan laporan dari Babelpos, kejadian ini terjadi di kawasan laut Sukadamai, Toboali. Ratusan TI selam diduga beroperasi secara ilegal dengan menyedot pasir timah dari dasar laut menggunakan peralatan modifikasi.

Aktivitas Tambang Ilegal Ganggu Produksi PT Timah
Kehadiran TI selam ilegal ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu aktivitas produksi KIP milik mitra PT Timah Tbk. Bahkan, puluhan unit TI selam dilaporkan masuk ke zona kerja resmi KIP.
Kondisi ini menyebabkan terganggunya manuver kapal produksi, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja di laut. Selain itu, aktivitas tambang liar ini juga berdampak pada penurunan hasil produksi timah.
Baca juga: Sat Polairud Polres Bangka Patroli di Pantai Matras, Imbau Wisatawan Waspada Ombak
Penambangan Ilegal Berisiko Tinggi
TI selam merupakan metode penambangan ilegal yang memiliki risiko tinggi. Para penambang menyedot material dari dasar laut tanpa standar keselamatan yang memadai.
Selain melanggar hukum, aktivitas ini juga membahayakan nyawa para penambang sendiri, terutama ketika beroperasi di dekat kapal besar seperti KIP yang membutuhkan ruang gerak luas.
Upaya Penertiban oleh Aparat
Pihak kepolisian melalui Satpolairud Polres Bangka Selatan telah melakukan langkah persuasif untuk menertibkan aktivitas tersebut. Para penambang telah dipanggil dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak lagi beroperasi di sekitar wilayah KIP.
Menurut keterangan aparat, upaya ini dilakukan menjelang Operasi Ketupat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Namun, jika para penambang masih membandel, tindakan tegas akan segera dilakukan.
Ancaman Serius bagi Lingkungan dan Keselamatan
Selain merugikan secara ekonomi, tambang ilegal juga berdampak buruk terhadap lingkungan laut. Kerusakan ekosistem, pencemaran air, hingga menurunnya hasil tangkapan nelayan menjadi ancaman nyata yang harus segera ditangani.
Tidak hanya itu, keberadaan TI selam di sekitar KIP juga meningkatkan risiko tabrakan dan kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Baca juga; Polres Bangka Barat Siapkan Layanan Pengaduan WhatsApp untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran 2026
Penegakan Hukum Diharapkan Lebih Tegas
Maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Sukadamai menunjukkan perlunya penegakan hukum yang lebih tegas dan konsisten. Aparat diharapkan tidak hanya melakukan imbauan, tetapi juga penindakan nyata untuk menjaga aset negara dan keselamatan masyarakat.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin konflik dan kecelakaan serius akan terjadi di kawasan tambang laut tersebut.















