JokBangka – #Perairan #Mentok, #Kabupaten #Bangka #Barat, #Provinsi #Kepulauan #Bangka #Belitung #kembali #digegerkan #dengan #temuan #mayat yang mengapung di laut. Insiden ini terjadi di sekitar Dermaga Jefri, Kecamatan Mentok, membuat aparat kepolisian dan tim SAR bergerak cepat menanggapi laporan dari masyarakat yang melihat sesosok jasad di laut.
Baca juga: Strategi Patroli Polisi di Pangkalpinang untuk Antisipasi Peredaran & Penyalahgunaan Narkoba

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, mayat yang ditemukan diketahui mengenakan baju berwarna biru dan sepatu boot yang menyerupai perlengkapan kerja teknisi kapal. Hal ini memunculkan dugaan bahwa korban merupakan teknisi kapal dari luar provinsi, yang sedang bertugas di wilayah perairan Mentok sebelum jasadnya ditemukan mengapung.
Tindak Lanjut Pencarian oleh Tim SAR dan Kepolisian
Menyusul laporan warga, Tim SAR Gabungan bersama Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Bangka Barat langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi temuan awal dengan harapan dapat menemukan titik koordinat jasad atau informasi tambahan dari saksi di sekitar perairan.
Namun proses pencarian tidak berjalan mulus. Kondisi cuaca ekstrem — ditandai dengan gelombang tinggi dan arus laut yang kuat — menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. Gelombang dan arus yang tidak bersahabat menyulitkan tim dalam mengecek area luas yang diperkirakan hingga satu hingga satu setengah mil dari lokasi awal penemuan.
Baca juga: Pemkab Bangka Barat Fasilitasi Festival Perang Ketupat sebagai Tradisi Adat Menyambut Ramadhan
Koordinasi dengan Masyarakat dan Pengguna Laut
Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono, menjelaskan bahwa selain penyisiran oleh tim SAR, pihaknya juga melakukan komunikasi intensif dengan masyarakat pesisir dan pengguna jasa pelayaran yang melintas di perairan Mentok. Hal ini dimaksudkan agar jika ada keluarga atau teman dari korban yang hilang, mereka dapat memberikan informasi sehingga identifikasi dapat dipercepat.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, karena hal tersebut dapat memperkeruh suasana atau menimbulkan spekulasi yang tidak berdasar.
Dugaan Identitas Korban
Hingga laporan ini disusun, identitas korban dan penyebab kematian masih belum dapat dipastikan. Dugaan bahwa korban adalah teknisi kapal dari provinsi lain didasarkan pada pakaian dan sepatu boot yang menjadi ciri khas pekerja teknis di industri kapal. Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil identifikasi formal dari otoritas terkait sebelum menyimpulkan informasi lebih lanjut.
Isu Keselamatan di Perairan Bangka Barat
Insiden ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di laut. Perairan Kabupaten Bangka Barat sebelumnya pernah mengalami beragam kasus kecelakaan laut dan penemuan mayat, baik karena kecelakaan kapal, gelombang tinggi, maupun aktivitas penambangan. Masyarakat nelayan dan kru kapal diimbau untuk selalu waspada terhadap cuaca yang cepat berubah dan perlengkapan keselamatan yang memadai sebelum berlayar.
Kasus mayat yang mengapung di perairan Mentok ini masih terus diselidiki oleh aparat berwenang. Pencarian tetap berlangsung meskipun cuaca menjadi hambatan utama. Pihak kepolisian dan SAR berjanji akan terus mengumpulkan informasi serta berkoordinasi dengan keluarga dan masyarakat guna mengungkap identitas korban serta penyebab kejadian ini secara jelas dan akurat.
















