JokBangka – #Upaya #pencegahan #terhadap #masuknya #penyakit #menular #Peste des Petits Ruminants (PPR) dan #Virus #Nipah #menjadi #fokus #utama #Badan #Karantina #Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mengingat letak geografis Kepulauan Bangka Belitung yang strategis dengan banyak pintu masuk berupa bandara serta pelabuhan resmi dan tidak resmi, potensi masuknya ancaman penyakit ini dinilai cukup tinggi. Oleh karena itu, langkah antisipatif dan koordinasi lintas lembaga diterapkan secara komprehensif untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus keberlangsungan sektor peternakan di daerah ini.

Penyakit PPR merupakan penyakit hewan yang menyerang domba dan kambing dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Meskipun tidak menular langsung kepada manusia, ancaman PPR terhadap sektor peternakan sangatlah besar sehingga memerlukan pengawasan ketat terhadap pergerakan hewan ternak dan produk hewani yang masuk ke wilayah Bangka Belitung.
Sementara itu, Virus Nipah adalah patogen zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kontak dengan hewan pembawa seperti kelelawar atau melalui konsumsi makanan/hewan yang terkontaminasi. Tingkat fatalitas virus ini cukup tinggi, dengan kasus di sejumlah negara mencapai antara 40 hingga 75 persen, serta belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus untuk pencegahannya. Oleh karena itu, kewaspadaan dini terhadap virus ini menjadi prioritas nasional maupun regional.
Karantina Hewan di Bangka Belitung memperketat pemeriksaan dan pengawasan lalu lintas hewan serta barang dari luar negeri yang berpotensi membawa virus tersebut. Langkah ini mencakup pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, inspeksi fisik terhadap ternak, serta kerjasama dengan instansi terkait seperti Bakamla, Bea Cukai, Dinas Pertanian dan instansi lainnya. Kerja bersama ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap komoditas yang masuk telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan sehingga risiko masuknya virus berbahaya dapat diminimalkan.
Baca juga: Pantai Punggur Tuing Tempat Wisata Populer
Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga terus digalakkan. Kepala BKHIT Kepulauan Babel mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat untuk tetap waspada namun tenang dalam menyikapi ancaman tersebut. Informasi yang akurat dan edukatif harus diberikan kepada masyarakat agar kepanikan tidak muncul yang justru dapat berdampak negatif pada dinamika sosial serta perekonomian masyarakat setempat.
Upaya pencegahan terhadap virus Nipah juga mendapatkan dorongan dari tingkat nasional. Pemerintah Indonesia bersama Kementerian Kesehatan dan Badan Karantina Kesehatan telah memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk internasional seperti bandara dan pelabuhan, termasuk pengawasan pelaku perjalanan dari negara-negara dengan risiko penyebaran. Ini termasuk pemeriksaan kesehatan, pengisian deklarasi kesehatan, serta monitoring riwayat perjalanan selama 21 hari terakhir untuk mendeteksi potensi kasus sejak dini.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga menekankan kesiapan fasilitas kesehatan setempat, termasuk kesiapan laboratorium, penyediaan alat pelindung diri (personal protective equipment) bagi petugas kesehatan, serta protokol penanganan kasus jika ditemukan indikasi infeksi. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya virus Nipah ke Indonesia, termasuk ke wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Baca juga: Aktivitas Penambangan Timah Ilegal di Tahura Bukit Menumbing Kembali Muncul
Secara keseluruhan, pendekatan komprehensif dalam pencegahan penyakit PPR dan Nipah di Bangka Belitung mencerminkan pentingnya kerja lintas sektor, penguatan kapasitas karantina, serta keterlibatan masyarakat. Pencegahan dini diharapkan tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat tetapi juga menjaga keberlanjutan sektor peternakan dan pemerintahan daerah dari dampak sosial ekonomi yang mungkin timbul akibat masuknya wabah penyakit.










