JokBangka – #Mentok, #Bangka Barat — #Dinas #Koperasi, #Usaha #Kecil #Menengah, dan #Perdagangan (DKUP) #Kabupaten #Bangka Barat #memastikan #bahwa #pasokan dan #distribusi LPG 3 kilogram yang sempat terganggu akan kembali normal dalam dua hari ke depan. Hal ini dikonfirmasi setelah tim DKUP melakukan inspeksi langsung ke sejumlah pangkalan di berbagai kecamatan, memastikan ketersediaan serta kelancaran elpiji bersubsidi di wilayah tersebut.
Baca juga: Resep Lempah Kuning Ayam Khas Bangka: Gurih, Asam Segar, dan Kaya Rempah

Kondisi ini terjadi setelah beberapa masyarakat mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 kg di beberapa titik, termasuk di Mentok dan Pangkalpinang. Sejumlah warga bahkan terpaksa beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak karena kesulitan mendapatkan gas subsidi.
Dalam inspeksi tersebut, tim DKUP bersama Camat, Satpol PP, dan aparat setempat melakukan sidak ke pangkalan untuk mengecek stok, harga, dan volume tabung sesuai dengan ketentuan. Pemerintah juga memastikan bahwa elpiji 3 kg dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku agar masyarakat tidak dirugikan.
Baca juga: Durian Super Tembaga Bangka: Durian Premium Harga Rp 1,5 Juta per Kg yang Menyaingi Musang King
DKUP menyampaikan bahwa penyebab gangguan pasokan sempat terjadi karena kendala distribusi, termasuk faktor cuaca dan gangguan alat pengangkut, sehingga terjadi keterlambatan pengiriman dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Namun, pihak terkait telah mengambil langkah cepat agar aliran pasokan kembali normal.
Selain itu, pengawasan pangkalan gas dilakukan untuk mencegah adanya penjualan di atas HET serta memastikan bahwa volume gas yang diterima masyarakat sesuai standar. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah akan memberikan pembinaan dan tindakan sesuai aturan.
Baca juga: Jembatan Emas Bangka: Sejarah, Arti Nama, Teknologi Bascule, dan Fakta Operasional Terbaru
Langkah ini sekaligus untuk merespon aspirasi masyarakat yang berharap masalah kelangkaan elpiji 3 kg segera teratasi terutama menjelang momen penting seperti bulan Ramadan dan Ruwahan. Masyarakat diminta tetap tenang karena pasokan gas melon dipastikan reguler dan distribusinya akan dipantau terus oleh DKUP dan mitra terkait.
















