JokBangka – #PANGKALPINANG – #Pemerintah #Provinsi #Kepulauan #Bangka #Belitung #menjalin #sinergi #strategis #dengan #TNI #Angkatan #Laut (TNI AL) untuk memperkuat pemberantasan penyelundupan timah ilegal di wilayah perairan lokal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya praktik ilegal yang merugikan negara, menggali hingga mengekspor sumber daya alam tanpa izin serta mengancam kedaulatan laut nasional.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan aparat TNI AL menekankan pentingnya koordinasi terintegrasi dalam operasi penegakan hukum di laut. “Penyelundupan timah harus diberantas, karena ini instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia,” kata Gubernur Hidayat Arsani saat kegiatan Tabur Bunga Peringatan Hari Dharma Samudera 2026 di Dermaga Pelabuhan Mantung, Belinyu.
Upacara yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat TNI AL, serta jajaran pemerintah daerah ini menjadi momentum refleksi nilai perjuangan pahlawan laut sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mengamankan wilayah laut dari praktik ilegal. Komandan Gugus Tempur Laut Armada Satu, Laksamana Pertama TNI Nurlan, menegaskan bahwa sinergi profesionalisme antara TNI AL dan masyarakat pesisir harus terus dijaga.
Baca juga: Tragisnya KDRT di Simpang Teritip Bangka Barat: Suami Bacok Istri Hingga Harus Dioperasi
Langkah ini juga sejalan dengan sejumlah operasi penegakan hukum yang dilakukan oleh TNI AL di perairan Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya, penggagalan penyelundupan bijih timah ilegal seberat 25 ton di Selat Bangka, di mana personel TNI AL bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil mengamankan kapal nelayan yang membawa muatan timah tanpa dokumen sah.
Komisi III DPRD Provinsi Babel juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan satgas dan TNI AL dalam menindak penyelundupan timah, yang dianggap sebagai upaya nyata melindungi sumber daya alam daerah dan negara dari praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
Baca juga: Pencuri Motor di Objek Wisata Air Terjun Pait Jaya Mentok Akhirnya Ditangkap Polisi
Upaya pemberantasan penyelundupan timah di Bangka Belitung tidak hanya menyentuh aspek penindakan di laut, tetapi juga mencakup pengawasan di darat dan koordinasi lintas lembaga, termasuk instansi penegak hukum lain serta otoritas pelabuhan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat antara pemerintah dan aparat dalam menjaga sumber daya alam yang strategis dan bernilai tinggi tersebut.
















