JokBangka – #Nelayan #Bangka Barat #dilaporkan #hilang #saat #melaut di #perairan #Karang #Berang-berang dan #Pedrik, #memicu #operasi #pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan, BPBD, dan keluarga. Kejadian ini menjadi sorotan karena cuaca ekstrem dan kabut tebal yang menghambat upaya pencarian, sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapan sarana prasarana sebelum beraktivitas di laut.
Baca juga: Pemkab Bangka Selatan Salurkan Bantuan Modal dan Peralatan ke 70 UMKM, Dorong Usaha Mikro Naik Kelas

Kronologi Kejadian
Pada Kamis (8 Januari 2026) sore, seorang nelayan bernama M. Adnan Sahid (67), warga Gang Wanapura, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, berangkat melaut menggunakan perahu kayu. Ia biasa pergi menjaring ikan di perairan sekitar Karang Berang-berang dan Pedrik dan biasanya kembali ke darat pagi harinya, sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga Sabtu, korban belum juga kembali dan tidak ada kabar dari keluarga.
Upaya Pencarian Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan segera dikerahkan setelah keluarga melaporkan hilangnya nelayan pada Jumat (9 Januari 2026) malam. Operasi pencarian melibatkan:
- Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang
- Unit Siaga SAR (USS) Mentok
- Personel Polairud Bangka Barat
- Nelayan setempat dan keluarga korban
Baca juga: Banjir Parah di Lubuk Besar Bangka Tengah, Puluhan Rumah Terendam Air
Mereka menyusuri area laut tempat korban biasa mencari ikan dengan perahu nelayan, kapal SAR, serta peralatan komunikasi. Meskipun cuaca masih memungkinkan penyisiran, kendala utama yang dihadapi adalah jarak pandang yang terbatas akibat kabut dan hujan.
Cuaca Ekstrem Jadi Hambatan Utama
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, kondisi cuaca beberapa hari terakhir sangat tidak bersahabat: kabut tebal, angin kencang, dan curah hujan tinggi. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor penyebab korban hilang kontak saat hendak kembali dari laut. BPBD juga mengimbau para nelayan untuk lebih memperhatikan sarana prasarana (sarpas) seperti GPS, alat komunikasi, hingga prakiraan cuaca sebelum berangkat melaut.
Imbauan Keselamatan untuk Nelayan
Dalam situasi laut yang cepat berubah, keselamatan menjadi aspek krusial. Peringatan dari BPBD dan SAR mencakup:
- Periksa prakiraan cuaca laut sebelum berangkat
- Jangan melaut sendirian, terutama di area rawan cuaca buruk
- Lengkapi peralatan navigasi dan komunikasi (GPS, radio VHF)
- Siapkan perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan flare
Upaya preventif seperti ini penting untuk mengurangi risiko serupa di masa depan.
Baca juga: Merayakan Hari Jadi Daerah dengan Puisi: Pesta Seni, Budaya, dan Kebanggaan Lokal
Status Pencarian Saat Ini
Hingga laporan terakhir, tim SAR masih terus melakukan pencarian tanpa hasil pasti. Keluarga, nelayan setempat, dan instansi terkait terus berharap korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
















