Jokbangka – #Pulau #Belitung #merupakan #salah #satu #pulau #utama di #Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya, batu granit raksasa, serta kekayaan budaya dan sejarah yang panjang. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan laut menjadikan Belitung sebagai wilayah penting sejak masa lampau hingga sekarang.
Baca juga: Asal Usul Pulau Bangka: Sejarah, Legenda, dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Sejarah Pulau Belitung
Sejarah Pulau Belitung tidak dapat dilepaskan dari aktivitas maritim dan pertambangan timah. Sejak abad ke-7, wilayah Belitung diduga telah menjadi bagian dari jalur perdagangan internasional yang dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Bukti sejarah penting adalah ditemukannya Prasasti Batu Satam yang menunjukkan pengaruh Sriwijaya di wilayah ini.
Pada masa kolonial, Belitung berada di bawah kekuasaan Belanda dan menjadi salah satu pusat pertambangan timah terbesar di Nusantara. Perusahaan tambang milik Belanda, seperti Billiton Maatschappij, berperan besar dalam membentuk struktur ekonomi dan sosial masyarakat Belitung. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan timah diambil alih oleh negara melalui PT Timah.
Baca juga:ย Juru Parkir X-Bar Pangkalpinang Ditusuk Pengunjung Mabuk, Korban Luka di Dada
Asal-Usul Nama Belitung
Nama Belitung dipercaya berasal dari kata โBillitonโ, yang merupakan penyebutan oleh bangsa Eropa saat masa kolonial. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa nama Belitung berasal dari kata lokal yang berkaitan dengan jenis siput laut atau tumbuhan tertentu yang banyak ditemukan di pulau ini.
Dalam catatan pelaut asing, Belitung telah dikenal sejak lama sebagai pulau penghasil timah dan persinggahan kapal dagang yang melintasi Selat Karimata.
Legenda dan Cerita Rakyat Pulau Belitung
Pulau Belitung memiliki banyak legenda yang diwariskan secara turun-temurun, di antaranya:
Legenda Batu Baginda
Legenda ini menceritakan seorang raja yang bijaksana dan sakti. Konon, batu besar yang ada di beberapa wilayah Belitung dipercaya sebagai jelmaan sang raja atau peninggalan kekuatannya. Batu-batu granit raksasa sering dikaitkan dengan kisah ini.
Legenda Putri Pinang Gading
Kisah ini menceritakan seorang putri cantik yang menjadi simbol kesetiaan dan pengorbanan. Legenda ini mengajarkan nilai moral tentang kejujuran, cinta, dan tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat.
Mitos Batu dan Laut
Masyarakat Belitung percaya bahwa laut dan batu granit memiliki roh penjaga. Oleh karena itu, nelayan biasanya melakukan ritual tertentu sebelum melaut sebagai bentuk penghormatan terhadap alam.
Masyarakat Pulau Belitung
Masyarakat Belitung dikenal sebagai masyarakat yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong. Penduduknya terdiri dari berbagai suku, antara lain:
- Melayu Belitung (suku asli)
- Tionghoa
- Jawa
- Bugis
- Madura
Keberagaman ini terbentuk akibat arus perdagangan dan pertambangan sejak masa kolonial. Meskipun beragam, masyarakat Belitung hidup rukun dengan toleransi yang tinggi.
Mata pencaharian utama masyarakat meliputi:
- Nelayan
- Petani
- Penambang timah
- Pedagang
- Pekerja sektor pariwisata
Budaya Pulau Belitung
Budaya Belitung sangat kental dengan nilai-nilai Melayu yang dipadukan dengan pengaruh Tionghoa dan budaya pendatang lainnya.
Bahasa
Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah Bahasa Melayu Belitung, yang memiliki logat khas dan berbeda dari Melayu daerah lain.
Adat dan Tradisi
Beberapa tradisi penting di Belitung antara lain:
- Maras Taun: Upacara adat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan permohonan keselamatan.
- Selamatan Laut: Ritual nelayan sebelum dan sesudah melaut.
- Nujuh Jerami: Tradisi syukuran pasca panen padi.
Seni dan Kesenian
- Tari Campak: Tarian tradisional yang menggambarkan keceriaan dan pergaulan muda-mudi.
- Musik Gambus dan Dambus: Musik tradisional yang sering dimainkan dalam acara adat dan perayaan.
Kuliner Khas
Belitung juga terkenal dengan kuliner khasnya, seperti:
- Gangan (sup ikan khas)
- Mie Belitung
- Lempah kuning
- Kue rintak dan kue jongkong
Pulau Belitung bukan hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki sejarah panjang, legenda menarik, serta budaya dan masyarakat yang unik. Perpaduan antara nilai tradisional dan pengaruh modern menjadikan Belitung sebagai salah satu daerah yang memiliki identitas kuat di Indonesia. Melestarikan budaya dan sejarah Belitung berarti menjaga warisan berharga bagi generasi mendatang.











