jokbangka – #Peristiwa tragis #kembali #terjadi di #kawasan #bekas #tambang timah di Kabupaten #Bangka Selatan. #Seorang #bocah #laki-laki berusia 3 tahun #dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolong bekas tambang yang berada di wilayah Simpang Perlang, Jumat.

Insiden tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Korban yang masih balita diduga tenggelam saat berada di sekitar lokasi kolong bekas tambang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga bersama pihak terkait segera melakukan pencarian setelah mengetahui korban hilang. Tidak lama kemudian, korban berhasil ditemukan di dalam kolong bekas tambang.
Meski sempat dievakuasi dan mendapatkan pertolongan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan yang terjadi di kawasan bekas tambang timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi awal, korban diduga berada di sekitar kolong bekas tambang sebelum akhirnya terjatuh ke dalam air. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian.
Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan masyarakat sekitar hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Namun, saat ditemukan kondisinya sudah tidak bernyawa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Kolong Bekas Tambang Kembali Memakan Korban
Kolong bekas tambang timah memang dikenal memiliki kedalaman yang sulit diperkirakan. Selain air yang keruh, dasar kolong umumnya berlumpur sehingga sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak.
Peristiwa serupa telah berulang kali terjadi di wilayah Bangka Belitung. Bekas galian tambang yang tidak direklamasi maupun tidak diberi pembatas menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang bermain di sekitarnya.
Imbauan untuk Orang Tua
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di dekat kolong bekas tambang, sungai, maupun perairan lainnya.
Selain itu, masyarakat berharap lokasi-lokasi bekas tambang yang masih terbuka dapat segera mendapatkan penanganan, baik melalui reklamasi maupun pemasangan pagar dan papan peringatan guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Pihak terkait juga diharapkan terus melakukan edukasi mengenai bahaya kolong bekas tambang yang masih banyak tersebar di wilayah Bangka Belitung.















