Jokbangka – #Peristiwa #tragis #terjadi di #kawasan #tambang #timah #rakyat di #Dusun #Bantan, #Kecamatan #Membalong, Kabupaten Belitung. Seorang pemuda berusia 18 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius saat berada di atas ponton tambang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di kolong bekas tambang.

Korban diketahui bernama Faris (18), seorang pekerja tambang timah rakyat yang tengah menjalankan aktivitas seperti biasa sebelum insiden nahas tersebut terjadi.
Hilang Saat Beristirahat di Atas Ponton
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Sabtu, 4 Juli 2026. Saat itu korban sedang bekerja mencari timah di atas ponton yang berada di kolong tambang Desa Bantan.
Menjelang siang, Faris menghentikan aktivitasnya sejenak untuk makan siang, kemudian beristirahat dengan berbaring di atas ponton.
Namun, beberapa saat kemudian, paman korban datang ke lokasi dan mendapati Faris sudah tidak berada di tempat. Kondisi tersebut langsung menimbulkan kepanikan karena tidak ada tanda-tanda keberadaan korban di sekitar area tambang.
Baca: Polisi Bongkar Pengoplosan Gas Elpiji Subsidi di Desa Air Duren Pemali, Ratusan Tabung Diamankan
Pencarian Dilakukan Hingga Malam Hari
Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah sepeda motor milik korban masih terparkir di tepi kolong tambang. Hal itu menguatkan dugaan bahwa korban belum meninggalkan lokasi.
Keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian secara mandiri di sekitar kolong tambang hingga malam hari. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Kepala Desa Bantan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang agar dilakukan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Tim SAR Gabungan Turun ke Lokasi
Menerima laporan tersebut, Basarnas Pangkalpinang langsung mengerahkan personel dari Pos SAR Belitung bersama Unit Siaga SAR Tanjung Pandan menuju lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan berbagai metode, termasuk penyisiran di permukaan kolong tambang dan area sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Setelah pencarian intensif dilakukan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh mengapung di permukaan air kolong tambang. Jenazah kemudian dievakuasi menuju rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Duka Mendalam Menyelimuti Keluarga
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Faris yang masih berusia 18 tahun diketahui bekerja sebagai penambang timah rakyat untuk membantu perekonomian keluarga.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Operasi SAR resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan.
Baca: Bangkit dari Kegagalan, Reva Ramadhani Asal Belinyu Sabet Gelar Miss Grand Runway Indonesia 2026
Imbauan Keselamatan di Area Tambang
Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama di kawasan tambang rakyat yang memiliki risiko tinggi.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kolong tambang serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai guna meminimalkan potensi kecelakaan kerja.
















