JokBangka – #Kelangkaan #LPG 3 kg #subsidi #yang #terjadi di #sejumlah #wilayah #seperti #Bangka, Mentok, dan Tempilang telah menjadi sorotan warga dan pelaku usaha kecil. Masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas 3 kg, sementara beberapa pedagang micro seperti penggorengan terancam kewalahan karena pasokan tidak stabil.
š Penyebab Kelangkaan LPG 3 kg

Menurut berbagai laporan masyarakat dan pejabat setempat, kelangkaan LPG 3 kg tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi lebih karena sistem distribusi yang lemah dan pengawasan yang kurang ketat di lapangan. Sebelum perubahan sistem distribusi, banyak pengecer eceran yang menjual gas subsidi tanpa kontrol yang jelas, sehingga stok terkadang tidak sampai ke konsumen yang berhak.
Selain itu, kebijakan perubahan sistem distribusi yang mewajibkan konsumen membeli di pangkalan resmi juga sempat membuat beberapa warga kebingungan dan mengantre panjang.
Baca juga: Resep Lempah Kuning Ayam Khas Bangka: Gurih, Asam Segar, dan Kaya Rempah
š Dampak pada Pelaku UMKM dan Masyarakat
Kelangkaan LPG 3 kg berdampak langsung terhadap usaha mikro kecil seperti warung gorengan atau usaha rumah tangga yang bergantung pada gas subsidi untuk operasionalnya. Ketika stok tidak tersedia di pangkalan, pelaku usaha terpaksa berhenti beroperasi sementara atau membeli dengan harga lebih tinggi di pengecer tidak resmi.
Selain itu, warga juga mengeluhkan antrean panjang dan waktu tunggu yang tidak efisien untuk mendapatkan satu tabung LPG 3 kg. Masalah ini semakin diperparah oleh kurangnya sosialisasi terkait perubahan tata kelola distribusi LPG 3 kg.
š Upaya Pertamina dan Pemerintah
Untuk mengatasi kelangkaan ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama dengan pemerintah daerah terus mengoptimalkan distribusi LPG 3 kg. Pertamina memastikan pasokan hingga ke pangkalan resmi telah dilakukan secara lancar, bahkan ditambah jika diperlukan, sehingga pasokan LPG subsidi tetap aman untuk masyarakat.
Pertamina juga mengimbau warga untuk membeli LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan menghindari penjualan di luar jalur distribusi yang menyebabkan harga melonjak.
Selain itu, penataan distribusi ini disertai pendataan dan pencatatan digital agar LPG subsidi tepat sasaran kepada yang berhak membeli.
Baca juga: Durian Super Tembaga Bangka: Durian Premium Harga Rp 1,5 Juta per Kg yang Menyaingi Musang King
š£ Imbauan untuk Masyarakat
⢠Beli di pangkalan resmi ā agar terhindar dari harga di luar HET.
⢠Hindari panic buying ā karena pasokan secara nasional dan regional dipastikan aman.
⢠Laporkan jika ditemukan praktek tidak sesuai aturan ā seperti penjualan di luar pangkalan atau harga berlebihan.
















