JokBangka — #Banjir #parah #melanda #Kecamatan #Lubuk Besar, #Kabupaten #Bangka Tengah, #Provinsi #Bangka Belitung #pada 9 #Januari 2026, akibat alur sungai dangkal yang dipicu aktivitas tambang timah serta curah hujan ekstrem yang terus mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Banjir ini mengakibatkan puluhan hingga ratusan rumah warga terendam, bahkan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, dan akses transportasi utama lumpuh total.
Baca juga: Merayakan Hari Jadi Daerah dengan Puisi: Pesta Seni, Budaya, dan Kebanggaan Lokal

Penyebab Banjir
Warga dan aparat setempat mengidentifikasi dua faktor utama penyebab banjir:
- Curah hujan tinggi yang tidak kunjung berhenti menyebabkan debit air cepat meningkat.
- Alur sungai dangkal akibat sedimentasi dan kerusakan lingkungan yang dipicu oleh aktivitas tambang timah ilegal di wilayah hulu. Kondisi ini membuat sungai tidak mampu menampung volume air hujan, sehingga air meluap ke pemukiman penduduk dan badan jalan. Aktivitas tambang yang merusak alur sungai dan ekosistem lingkungan sudah menjadi isu lama di Lubuk Besar dan sekitarnya.
Dampak Banjir
- Rumah warga terendam banjir: Data sementara menunjukkan ratusan rumah di beberapa desa seperti Lubuk Pabrik, Kulur Ilir, Perlang, dan Lubuk Lingkuk terendam hingga mencapai dada orang dewasa.
- Akses transportasi terputus: Jalan dari Desa Lubuk Lingkuk menuju ibu kota kecamatan tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat karena terendam.
- Lumpuhnya aktivitas masyarakat: Banjir menyebabkan sekolah, usaha, dan aktivitas harian warga terganggu karena akses jalan utama terendam dan pendataan kerusakan masih terus berlangsung.
Baca juga:Â Kasus Influenza di Pangkalpinang Meningkat: Warga Diminta Waspada Ancaman Super Flu H3N2 dan Cara Cegahnya
Respons Pemerintah dan BPBD
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama Kepala BPBD setempat langsung meninjau lokasi banjir dan mengimbau warga untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. Petugas BPBD juga melakukan pendataan kerusakan rumah, kebutuhan mendesak masyarakat, dan evakuasi apabila rumah tidak layak huni.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan cuaca karena intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi memicu banjir susulan. Warga diminta melaporkan kondisi darurat melalui call center BPBD setempat.
Isu Tambang Timah dan Lingkungan
Kondisi alur sungai yang dangkal diduga diperparah oleh sedimentasi dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang timah ilegal yang selama bertahun-tahun berjalan di kawasan Lubuk Besar dan sekitarnya. Aktivitas tambang tanpa pengawasan mempercepat pendangkalan sungai serta hilangnya fungsi alami sungai sebagai saluran pembuangan air hujan, meningkatkan risiko banjir di musim penghujan.
Aktivitas tambang ilegal di Lubuk Besar sebelumnya juga menjadi sorotan aparat penegak hukum karena penggunaan alat berat di luar izin yang sah, yang turut memperparah dampak kerusakan lingkungan.
















