JokBangka – #Perayaan #Hari 3Jadi #Daerah #bukan #hanya #soal #upacara #formal dan #jajaran #pejabat, #tetapi #telah #berkembang #menjadi #pesta seni budaya yang inklusif, yakni menggunakan puisi sebagai media ekspresi dan kebanggaan lokal. Puisi, sebagai salah satu bentuk karya sastra, kini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi daerah di berbagai kota dan provinsi di Indonesia, termasuk Bangka Belitung.
Dalam perayaan tersebut, puisi tidak sekadar bacaan, tetapi menjadi wadah kreativitas masyarakat — dari pelajar, seniman lokal, hingga tokoh budaya — untuk mengekspresikan rasa cinta, sejarah, dan harapan terhadap daerah tempat mereka tinggal. Puisi yang dibacakan dan ditulis seringkali memotret nilai-nilai lokal, sejarah perjalanan pembentukan pemerintahan daerah, dan aspirasi masyarakat terhadap masa depan yang lebih maju.

Penerapan puisi dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa, keterampilan berbicara dan menulis, kreativitas, serta nilai-nilai kearifan lokal dan nasional. Tentunya, sebagai bentuk seni dan warisan budaya, puisi menjadi bagian penting dalam membangun kebanggaan nasional dan memupuk rasa cinta terhadap Indonesia.
Kalau sudah demikian, mari kita berpuisi. Di kejauhan terdengar puisi ” Gugur ” karya Sang Maestro WS Rendra yang pernah mengunjungi Toboali di tahun 1999/2000.
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menancapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun akan berkata:
“Alangkah gemburnya tanah di sini.”
Hari pun lengkap malam
ketika ia menutup matanya. (*)
Peringatan Hari Jadi Provinsi atau Kota biasanya melibatkan berbagai kegiatan seni dan budaya, seperti lomba baca puisi, pentas seni lokal, pameran budaya, dan diskusi sastra yang mengangkat tema daerah. Kegiatan seni ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam seluruh lapisan masyarakat serta menanamkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.
Selain puisi, rangkaian acara hari jadi sering kali dilengkapi dengan upacara sidang paripurna, penyerahan penghargaan, resepsi malam, hingga kegiatan sosial seperti pembagian sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya. Misalnya, perayaan Hari Jadi ke–25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilaksanakan melalui upacara resmi dan kegiatan bersama masyarakat sebagai wujud kebersamaan dalam membangun daerah. Pemerintah Kota Pangkalpinang+1
Melalui puisi, sejarah, tradisi, dan harapan masa depan daerah disampaikan secara emosional sekaligus artistik. Puisi yang dibacakan dapat mencerminkan identitas budaya lokal, seperti pantun, syair, atau ekspresi sastra kontemporer yang menggugah. Hal ini sekaligus mendukung tumbuhnya ekosistem literasi di masyarakat — dengan puisi sebagai medium literasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan daerah.
Perayaan seperti ini juga membuka ruang apresiasi bagi seniman dan penulis muda. Dengan lomba atau sesi baca puisi, generasi muda ditantang untuk menyuarakan pemikiran kritis dan imajinatifnya tentang daerah mereka sendiri. Bentuk apresiasi semacam ini turut mendorong semangat berkarya serta memperkaya warisan budaya sastra lokal, sehingga puisi menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas komunitas dan kebanggaan daerah.
Baca juga: Harga Ayam dan Cabai Dorong Kenaikan Indeks Harga Konsumen hingga 2,58%
Dengan demikian, merayakan hari jadi daerah dengan puisi bukan sekadar acara seremonial, tetapi suatu perayaan seni budaya yang memperkaya nilai-nilai lokal, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun semangat kebangsaan di tingkat komunitas.
















