JokBangka – #Bangka Selatan, – #Kegiatan #panen #bersama #program #Mandiri #Benih #yang #dilaksanakan di #persawahan #Ulim Mandiri, Desa Batubetumpang, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi bukti nyata upaya kemandirian pangan dan peningkatan produksi padi, sekaligus langkah strategis mewujudkan swasembada pangan di tingkat lokal.
Baca juga: Harga Ayam dan Cabai Dorong Kenaikan Indeks Harga Konsumen hingga 2,58%

Staf Ahli Bupati Bangka Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Zamroni, menegaskan bahwa panen padi ini merupakan bagian dari implementasi program Mandiri Benih yang dilakukan bersama para petani, penyuluh pertanian serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat. Kegiatan ini juga melibatkan unsur TNI melalui Dandim 0432 Bangka Selatan Letkol Inf Agus Wicaksono serta Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Bangka Selatan Risvandika.
Optimalisasi Produksi Padi Melalui Pendampingan dan Dukungan Pemerintah
Melalui program Mandiri Benih, para petani di Bangka Selatan mendapatkan bimbingan teknis dan pendampingan intensif agar mampu mengolah lahan secara optimal. Pendampingan ini meliputi teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga metode panen yang efisien. Dengan dukungan penyuluh serta dinas terkait, diharapkan produktivitas hasil panen akan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sekaligus mendukung ketersediaan beras di tingkat lokal.
“Hari ini kita melakukan panen perdana di tahun 2026, dukungan pemerintah daerah maupun pusat sangat luar biasa membantu para petani sehingga hasil produksi diprediksi meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar Zamroni di lokasi panen.
Selain area persawahan di Desa Batubetumpang, program ini akan dilanjutkan ke area-area sawah lain di Bangka Selatan, termasuk Desa Rias, dalam rangka memaksimalkan cakupan produksi. Hal ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal tetapi turut memperkuat ketahanan pangan provinsi dan bahkan berkontribusi terhadap upaya nasional.
Jaca Juga: Gubernur Babel Resmikan Pabrik Rak Telur BUMDes Lalang Jaya, Dorong Ekonomi Desa Belitung Timur
Peningkatan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pertanian
Program Mandiri Benih merupakan salah satu elemen penting dalam strategi pertanian nasional yang sejalan dengan tujuan Pemerintah Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan, terutama komoditas pokok seperti padi. Swasembada pangan berkaitan erat dengan ketersediaan benih unggul, teknologi pertanian tepat guna, serta dukungan fasilitas dan kebijakan pemerintah agar setiap daerah dapat menjadi penghasil pangan yang mandiri.
Di banyak daerah lain, termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan, program Mandiri Benih telah terbukti mampu mendorong peningkatan hasil produksi padi melalui penyaluran benih unggul secara gratis dan dukungan teknis pemerintah provinsi setempat. Program tersebut membantu para kelompok tani meningkatkan produktivitas lahan dan menjadi bagian dari lumbung pangan nasional.
Kolaborasi antar lembaga negara, pemerintah daerah, penyuluh, hingga aparat keamanan menunjukkan bahwa perwujudan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada satu pihak saja. Pendekatan lintas sektor seperti ini memberikan harapan besar bagi pertanian lokal untuk terus tumbuh, produktif, serta mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan di masa depan.
Harapan dan Arah Kebijakan Pertanian ke Depan
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan pendampingan yang intensif, petani di Bangka Selatan semakin optimistis bahwa target peningkatan hasil produksi padi tahun ini dapat tercapai. Sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan implementasi di tingkat desa akan terus diperkuat, termasuk penyediaan benih unggul, alat pertanian modern, serta pendampingan teknis langsung di lapangan.
Program Mandiri Benih menjadi contoh nyata bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan daerah melalui pemberdayaan masyarakat tani. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia, sehingga upaya mewujudkan swasembada pangan dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas.
















