JokBangka – #Bangka #Tengah, #Kepulauan #Bangka Belitung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah menetapkan langkah strategis dalam menekan penyalahgunaan narkoba dengan memfokuskan program pencegahan di tiga desa yang dinilai rawan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya lebih besar dalam mengatasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di wilayahnya, termasuk melalui kolaborasi erat bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung.
Baca juga: 10 Wisata Pantai Terindah di Pulau Bangka

Fokus di Tiga Desa Rawan Narkoba
Program pencegahan narkoba dimulai di tiga desa prioritas, yakni:
- Desa Sungaiselan di Kecamatan Sungaiselan
- Desa Tanjung Gunung di Kecamatan Pangkalanbaru
- Desa Batu Belubang di Kecamatan Pangkalanbaru
Ketiga desa tersebut dipilih karena tingkat kerawanan terhadap penyalahgunaan narkoba yang lebih tinggi dibanding desa lain. Fokus awal ini menjadi pilot project untuk kemudian diperluas ke desa-desa lain yang juga berpotensi rawan.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyatakan bahwa pencegahan narkoba tidak hanya soal penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif semua lapisan masyarakat — mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga keluarga. Pendekatan berbasis komunitas dianggap lebih efektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari bahaya narkotika.
Baca juga: 10 Wisata Kuliner Terbaik di Bangka Belitung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Kolaborasi Pemerintah dan BNNP Babel
BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut mendukung penuh program ini dengan mengadakan kegiatan preventif dan persuasif bersama komunitas lokal di tingkat desa. Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Eko Kristianto, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BNN adalah kunci keberhasilan dalam membangun “desa bersih narkoba.”
Menurutnya, kegiatan pencegahan akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari penyuluhan, sosialisasi bahaya narkoba kepada generasi muda, hingga pembentukan jejaring pencegahan bersama masyarakat desa.
Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan
Program ini tidak hanya melibatkan aparat dan lembaga negara, tetapi juga mengajak peran serta masyarakat secara aktif. Tokoh masyarakat dan generasi muda diharapkan menjadi ujung tombak dalam menyebarkan informasi serta edukasi tentang dampak buruk narkoba sejak dini. Pendekatan ini diharapkan dapat menguatkan pertahanan sosial di setiap desa dan mengurangi kemungkinan penyalahgunaan di kalangan remaja dan keluarga.
Langkah Selanjutnya
Selain fokus di tiga desa tersebut, pemerintah daerah juga telah mengusulkan agar Kecamatan Namang menjadi target berikutnya dalam program pencegahan narkoba. Pengembangan ini menunjukkan komitmen jangka panjang Pemkab Bangka Tengah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari peredaran narkotika.
Dengan momentum kolaboratif ini, diharapkan angka penyalahgunaan narkoba di Bangka Tengah dapat terus ditekan, dan desa-desa di wilayah ini dapat menjadi contoh pencegahan narkoba yang efektif bagi daerah lain di Indonesia.
















