#JokBangka – #Bangka Belitung – #Tentara #Nasional #Indonesia (TNI) melaksanakan latihan terjun malam di Bandara Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam menjalankan operasi infiltrasi serta memperkuat pengamanan wilayah dari maraknya aktivitas tambang timah ilegal yang dilaporkan mencapai sekitar 1.000 titik di wilayah tersebut.
Latihan ini dipantau langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama jajaran tinggi TNI, menandakan keseriusan institusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan di daerah yang menjadi salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia.
Baca juga: Babel Gencarkan Program Petani Milenial Lada Putih untuk Percepat Hilirisasi Perkebunan Nasional

Menurut keterangan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, latihan ini diikuti oleh personel Denmatra 1 dan Brigif Para Raider 18/Trisula yang tergabung dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI. Kegiatan dimulai dengan pengerahan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) yang bertugas menentukan dan mengamankan lokasi pendaratan pasukan penerjun.
“Unsur KDOL memiliki peran penting dalam memastikan keamanan Drop Zone (DZ), melakukan pemeriksaan awal area, memantau kondisi cuaca, medan, hingga potensi ancaman. Mereka juga memandu pasukan melalui tanda visual agar proses penerjunan berjalan aman,” jelas Freddy dalam siaran pers di Jakarta.
Baca juga: Dua Bangunan di Bangka Barat Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional 2025
Setelah area pendaratan dinyatakan aman, pasukan kemudian diterjunkan menggunakan pesawat angkut TNI AU pada malam hari. Seluruh rangkaian latihan berlangsung dengan aman dan tanpa cedera.
“Alhamdulillah latihan malam hari ini berjalan lancar. Total ada 23 penerjun, terdiri dari 13 personel Denmatra 1 dan 10 prajurit Brigif 18. Semua mendarat dengan selamat,” ujar Freddy.
Freddy menegaskan bahwa latihan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukan lintas udara, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan TNI dalam mendukung stabilitas keamanan di Bangka Belitung—khususnya terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang telah meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan.
Dengan latihan ini, TNI berharap dapat meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat sistem pengamanan wilayah, serta memberikan efek deterrent terhadap pelaku-pelaku tambang ilegal di Bangka Belitung.
















