JokBangka – #PANGKALPINANG – #Pemerintah #Provinsi #Kepulauan Bangka Belitung #terus #mendorong #penguatan #ketahanan #pangan #berbasis #rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan. Langkah ini ditunjukkan langsung oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani, yang memimpin kegiatan panen cabai dalam Program Gerakan Nanam Cabe Rakyat (GENCAR) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Rumah Dinas Gubernur di Pangkalpinang ini menjadi contoh nyata bagaimana lahan sederhana seperti pekarangan rumah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Babel, perangkat daerah, kelompok tani, serta masyarakat.
Dalam arahannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan merupakan solusi efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Program GENCAR dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Gubernur Babel Pimpin Aksi Sosial dan Penanaman Mangrove, Dorong Pelestarian Lingkungan Pesisir
“Program Gerakan Nanam Cabe Rakyat ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan inflasi,” ujarnya.
Selain itu, Ketua TP PKK Provinsi Babel, Ni Komang Widari, menambahkan bahwa gerakan ini juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan keluarga. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan mampu meningkatkan produktivitas rumah tangga, khususnya bagi ibu rumah tangga.
“Gerakan ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga memberdayakan keluarga agar lebih produktif melalui pemanfaatan pekarangan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan panen tersebut, hasil cabai yang diperoleh mencapai sekitar 50 kilogram. Seluruh hasil panen kemudian dibagikan kepada masyarakat di Kelurahan Air Itam, Sinar Bulan, dan Desa Padang Baru sebagai bentuk kepedulian sosial serta dukungan terhadap perekonomian warga.
Pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif memang menjadi solusi yang semakin relevan di tengah tantangan ketahanan pangan. Dengan lahan terbatas, masyarakat tetap dapat menghasilkan bahan pangan sendiri melalui pendekatan sederhana dan berkelanjutan.
Baca juga: Makam Tertua di Perkuburan Sentosa Pangkalpinang, Berdiri Sejak 1915 dan Penuh Nilai Sejarah
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan pangan dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian pangan daerah.
















