JokBangka – #PANGKALPINANG – #Kementerian #Haji dan #Umrah (Kemenhaj) #mencatat #bahwa #sekitar 66 #jemaah #umrah asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini masih berada di Arab Saudi menjalankan ibadah umrah atau menunggu kepulangan. Kondisi ini tercatat berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh otoritas terkait melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) dan laporan perwakilan pemerintah di Arab Saudi.
Baca juga: Ibu Muda di Pangkalpinang Ditangkap Miliki 1,1 Kg Sabu di Rumah Kontrakan

Jumlah jemaah tersebut terpantau berada di beberapa kawasan suci serta wilayah transit di Arab Saudi, di tengah situasi keamanan yang ramai dibicarakan karena meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Meski jumlah jemaah yang tercatat masih tersisa sekitar puluhan orang, pemerintah melalui Kemenhaj memastikan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi aman dan terpantau secara intensif oleh otoritas dan perwakilan RI di Jeddah serta Riyadh.
Kemenhaj bersama mitra penyelenggara dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi jadwal kepulangan dan keberangkatan jemaah. Koordinasi intens dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah serta otoritas Saudi dilakukan untuk memastikan informasi resmi serta keamanan dan kenyamanan seluruh jemaah.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, kembali menegaskan bahwa pemerintah terus meminta seluruh jemaah untuk tenang dan tidak panik. Pemerintah juga mengimbau jemaah untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah masing-masing guna memperoleh informasi terbaru dan resmi terkait jadwal kepulangan.
Selain itu, meskipun jumlah seluruh jemaah Indonesia yang berada di Arab Saudi relatif besar (puluhan ribu secara keseluruhan), data spesifik yang mencatat jumlah jemaah asal Bangka Belitung menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi setempat. Pemerintah daerah bersama Kemenhaj terus mengevaluasi situasi terbaru dan siap memberikan dukungan administrasi maupun informasi kepada keluarga jemaah di Tanah Air.
Penyampaian data jemaah ini juga menjadi bagian dari upaya transparansi pemerintah terhadap masyarakat yang memiliki anggota keluarga tengah menjalankan ibadah di Arab Saudi. Pemerintah memastikan upaya perlindungan maksimal dan pelayanan prima terus dilakukan, terutama saat tantangan logistik dan perubahan jadwal penerbangan terjadi akibat dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
















